JAKARTA - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut rencana Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Hongaria, negara anggota Uni Eropa, untuk membahas Ukraina, sebagai hal yang "tidak menyenangkan”.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis pekan lalu, ia akan segera bertemu Putin di Budapest.
Kallas mengatakan kepada wartawan menjelang pertemuan menteri luar negeri Eropa di Luksemburg, upaya Trump untuk membawa perdamaian patut disambut baik, tetapi penting juga bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk bertemu dengan pemimpin Rusia.
"Amerika memiliki kekuatan besar untuk menekan Rusia agar datang ke meja perundingan. Jika mereka memanfaatkannya, tentu saja ini bagus jika Rusia menghentikan perang ini," kata Kallas dilansir Reuters, Senin, 20 Oktober.
Putin menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC), yang sedang dalam proses keluarnya dari Hongaria.
"Mengenai Budapest, tidak, ini tidak menyenangkan melihat seseorang yang benar-benar dimasukkan ke dalam surat perintah penangkapan oleh ICC datang ke negara Eropa," kata Kallas seraya mempertanyakan kepastian hasil positif dari rencana pertemuan Putin-Trump.
Menteri Luar Negeri Lithuania Kestutis Budrys mengatakan tidak ada tempat bagi Putin di ibu kota Eropa mana pun.
"Satu-satunya tempat bagi Putin di Eropa adalah di Den Haag, di hadapan pengadilan, bukan di ibu kota mana pun," ujarnya menjelang pertemuan para menteri.
Kallas juga mengatakan kepada wartawan, dia memperkirakan paket sanksi ke-19 terhadap Rusia akan diadopsi minggu ini, tetapi mengatakan persetujuan tersebut baru akan dilakukan pada Senin.