JAKARTA – Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil jajak pendapat nasional mengenai evaluasi satu tahun kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Survei tersebut juga menyoroti tingkat kepuasan publik terhadap para menteri di Kabinet Merah Putih, dengan hasil yang bervariasi. Sebagian besar menteri tercatat memiliki tingkat kepuasan di bawah 60 persen.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, menyampaikan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi menteri dengan tingkat kepuasan publik tertinggi, yakni 65,7 persen.
“Selanjutnya disusul Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebesar 63,5 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 61,2 persen, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono 61,0 persen, dan Panglima TNI Agus Subianto 60,2 persen,” kata Hanta dalam rilis surveinya, Minggu, 19 Oktober.
Hanta menambahkan, menteri atau pejabat setingkat menteri lainnya tercatat memiliki tingkat kepuasan publik di bawah 60 persen. Selain mengevaluasi kinerja individu para menteri, Poltracking juga mencatat persepsi publik terhadap kemungkinan perombakan kabinet (reshuffle).
“Sebanyak 58,4 persen publik menyatakan setuju terhadap perombakan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, sedangkan 10,5 persen menyatakan tidak setuju,” ujarnya.
Sementara itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran secara keseluruhan mencapai 78,1 persen. Sebanyak 19,3 persen responden menyatakan tidak puas, dan 2,6 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Menurut Hanta, faktor utama yang mendorong kepuasan publik berasal dari karakter kepemimpinan yang tegas dan berwibawa, serta program-program yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Sebanyak 18,8 persen responden menilai kepemimpinan Prabowo dan Gibran tegas dan berwibawa. Sebanyak 12,3 persen menyebut bantuan pemerintah tepat sasaran, dan 10,4 persen menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan paling dirasakan manfaatnya,” jelasnya.
Dalam penilaian sektoral, bidang pendidikan menjadi sektor dengan tingkat kepuasan publik tertinggi, yakni 79 persen, disusul bidang kesehatan (76,6 persen), pertahanan dan keamanan (75,5 persen), serta sosial budaya (74,9 persen).
Namun, terdapat tiga sektor yang dinilai masih membutuhkan perbaikan, yaitu bidang hukum dan pemberantasan korupsi (68,2 persen), politik dan stabilitas nasional (65,7 persen), serta ekonomi (57,4 persen) yang menjadi sektor dengan tingkat kepuasan terendah.
“Tiga bidang terbawah ini perlu mendapat perhatian lebih serius agar penilaian publik dapat sejajar dengan bidang lainnya,” kata Hanta.
BACA JUGA:
Survei Poltracking dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan aplikasi digital pada periode 3–10 Oktober 2025 di 38 provinsi. Jumlah responden mencapai 1.220 orang, dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.