Bagikan:

JAKARTA - Pimpinan DPR meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turun tangan memberikan pendampingan kepada pondok pesantren yang melakukan pembangunan. 

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menanggapi bangunan Ponpes Al-Khoziny yang ambruk dan menelan korban jiwa. Bahkan hingga saat ini puluhan santri masih dalam pencarian dan belum dapat dievaluasi. 

"Ini tadi saya dengan pimpinan DPR yang yang lain, mungkin kan nanti akan dibahas juga, karena pesantren ini kan, satu lembaga negara yang dihadirkan oleh kelompok masyarakat, mereka ini sebetulnya gini ya, bukan tidak mau ada kehadiran pemerintah, tapi selama ini pemerintah ada nggak? Hadir ikut mensupervisi tata cara membangun, gitu kan?," ujar Cucun di gedung DPR, Jumat, 3 Oktober.  

"Nah, kita kan negara ini punya Kementerian PU yang ngurusin konstruksi, kenapa ketika ada pembangunan-pembangunan itu, baik dinas pekerja umum yang memahami sipil konstruksi bangunan di daerah, baik kabupaten-kota, provinsi, maupun pemerintah pusat," sambungnya. 

Cucun menilai peran kiai dan ulama sangat besar, khususnya dalam membantu negara mencerdaskan kehidupan bangsa. Karenanya, sudah selayaknya negara membantu para kiai termasuk infrastruktur pendidikan pesantren. 

 

"Mereka juga kalau misalkan harus bayar konsultan, berapa, tapi kalau negara ikut mensupervisi, ikut membantu, ini tadi pertanyaan ke depan itu, jangan tanpa diminta, ketika misalkan pesantren ini tau ada membangun, ya pas mengajukan izin bangunannya itu, sudah masuk di sana, udah dibantu nih kiai, kita akan supervisi besi untuk misalkan di bawah ini butuhnya besi berapa untuk konstruksi berapa lantai," papar Cucun. 

"Jadi perlu, tanpa diminta pun sebetulnya negara harus sudah hadir, karena ini kalau dari sisi fungsi, beliau-beliau itu kan menghadirkan pendidikan ya, membantu negara. Nah sekarang negara tinggal hadir membantu mereka meng-guide tata cara membangun di santren yang selama ini belum pernah ada," pungkasnya.