JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan dirinya bersyukur telah menggunakan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyampaikan sikap Indonesia, mendorong penyelesaian konflik di semua tempat, terutama Jalur Gaza, Palestina.
Presiden Prabowo menyampaikan pidato yang memukau dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB, memukau para pemimpin negara, kepala pemerintahan dan perwakilan yang hadir di General Assembly Hall, Markas Besar PBB, New York, Hari Selasa.
Berbicara dalam keterangan pers di New York sebelum bertolak ke Kanada Hari Rabu, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia mendorong penyelesaian seluruh konflik yang terjadi di dunia.
"Alhamduillah saya menggunakan panggung itu untuk menyampaikan sikap kita, sikap Indonesia, terutama mendorong penyelesaian konflik di semua tempat," kata Presiden Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 25 September.
"Tapi yang paling utama bagi kita, kita sangat merasa jeritan penderitaan rakyat (Jalur) Gaza," tambahnya.
Dalam pidato selama 15 menit, Presiden Prabowo menekankan masih pentingnya keberadaan PBB hingga komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara.
Pidatonya mendapat respons hangat dari berbagai pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Raja Yordania Abdullah II hingga Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
"Banyak sekali yang positif karena kita dianggap realistis, dianggap seimbang. Saya juga terang-terangan mengatakan, perdamaian hanya bisa datang kalau semua orang mengakui menghormati dan menjamin keamanan Israel. Israel pun pun harus dijamin keamanannya, baru kita bisa dapat perdamaian," kata Presiden Prabowo saat ditanya mengenai respons terhadap pidatonya.
Diketahui, Presiden dalam Debat Umum Hari Selasa tegas menyebut solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan keluar konflik Palestina-Israel.
"Kita harus mewujudkan Kemerdekaan Palestina. Tapi kita juga harus mengakui, menghormati serta menjamin keamanan dan keselamatan Israel," tegas Presiden Prabowo
"Hanya itu yang bisa mewujudkan perdamaian sejati, tidak ada lagi kebencian, tidak ada lagi kecurigaan," sambungnya.
"Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara. Dua keturunan (Nabi) Ibrahim harus hidup dalam rekonsiliasi, damai dan harmoni," tandasnya.
BACA JUGA:
Mengenai kesempatannya berpidato pada urutan ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat yang secara tradisi tidak tertulis selalu mendapat giliran pertama dan kedua, Presiden Prabowo mengatakan itu suatu kehormatan.
"Saya kiri suatu kehormatan saya bisa bicara, mendapat urutan yang terhormat setelah Brasil yang selalu nomor satu dan Amerika Serikat yang selalu nomor dua," ujarnya.
"Ini menghormati Indonesia, menghargai Indonesia," tandasnya.