JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban umum sekaligus mendukung kebersihan lingkungan.
Tito menekankan, Satpol PP harus mampu menghapus stigma negatif yang selama ini melekat agar citra mereka semakin positif di mata masyarakat. Pendekatan humanis mesti menjadi ciri khas Satpol PP agar keberadaannya semakin diterima masyarakat.
Pesan ini disampaikan Tito saat membuka Rapat Penguatan Kapasitas Satpol PP di Daerah dalam penegakan peraturan daerah (Perda) dan peraturan kepala daerah (Perkada), serta penguatan peran Satlinmas.
“Kita membangun public trust, kepercayaan publik, membangun image yang baik di mata publik. Satpol PP kalau baik di mata publik, akan dihormati dan dikenal, bahkan didukung," kata Tito dalam arahan yang disampaikan secara virtual, Kamis, 18 September.
Tito menilai, salah satu tantangan Satpol PP adalah citra yang kerap dipersepsikan negatif oleh publik. Untuk itu, ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam bertugas.
Menurutnya, dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan Satpol PP dalam menjalankan tugas. Kepercayaan publik tidak bisa lahir hanya dari jargon, tetapi dari tindakan nyata di lapangan.
Mantan Kapolri ini lalu lalu mencontohkan peristiwa di Kota Makassar, di mana Satpol PP turun langsung membantu warga dalam aksi kemanusiaan pasca-unjuk rasa. “Kita melakukan pendekatan yang manusiawi, melakukan cara-cara yang baik,” jelas dia.
Lebih lanjut, Tito menekankan kehadiran Satpol PP seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, melainkan rasa aman dan terlindungi. Karena itu, perilaku sehari-hari, cara berbicara, hingga penampilan fisik anggota Satpol PP juga menjadi faktor penting dalam membangun citra positif.
“Ingat sikapnya harus correct, rapi, seperti Bapak-Ibu lah (cara berpakaian), anak buahnya sedikit begitu. Cara berpakaian yang bagus, cara berpakaian yang berwibawa,” tegas Tito.
BACA JUGA:
Sementara itu Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan kegiatan tersebut bertujuan mengonsolidasikan peran Satpol PP dan Satlinmas dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman di daerah.
“Maksud kegiatan pada hari ini adalah dalam rangka mengkonsolidasikan peran Satuan Polisi Pamong Praja dan peran Satlinmas dalam penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum di daerah khususnya dalam menyikapi dinamika perkembangan situasi akhir-akhir ini,” jelasnya.
Safrizal juga menekankan arahan Mendagri tentang sikap humanis harus diterjemahkan dalam tindakan sehari-hari. Humanisme, katanya, tidak mengurangi wibawa Satpol PP, justru menambah nilai positif di mata publik.
“Gagah, wibawa, hari ini bukan dengan pangkat yang besar-besar, dengan pangkat di mana-mana, tidak. Tidak hanya itu, [tetapi juga] mengulurkan tangan, bersila, bertekuk lutut, berdiri dengan lutut di hadapan masyarakat juga akan memperoleh nilai yang tinggi. Oleh karena itu kawan-kawan, sikap humanis ini akan terus kita pegang,” imbuh dia.