Bagikan:

BANYUMAS — “Membaca buku itu proses dialog. Ada internalisasi, diskursus dengan pikiran yang melahirkan inspirasi baru yang tak tergantikan,” tegas Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau revitalisasi Perpustakaan Ahmad Tohari di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Kamis 11 September.

Perpustakaan di kediaman maestro sastra Ahmad Tohari ini menjadi simbol pemajuan literasi dan sastra. Penulis trilogi Ronggeng Dukuh Paruk itu dikenal membawa spiritualitas lokal ke panggung nasional. “Kita akan menghidupkan kembali perpustakaan, alhamdulillah sekarang sedang dibangun,” ujar Tohari.

Revitalisasi ini bagian dari Bantuan Pemerintah Kementerian Kebudayaan yang dikelola Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan. Pekerjaan telah 62 persen dan ditargetkan rampung November. Menbud Fadli menegaskan, Banyumas dan sekitarnya diharapkan melahirkan lebih banyak penulis baru.

Ia menyoroti rendahnya minat baca di era digital. “Kini orang lebih banyak menatap media sosial. Padahal membaca buku memberi ruang berpikir yang lebih dalam,” kata Menbud Fadli.

Dalam kunjungan kerja ke Banyumas dan Cilacap ini, Fadli didampingi Dirjen Pelindungan Kebudayaan Restu Gunawan dan jajaran staf khusus. Ia berharap perpustakaan Ahmad Tohari menjadi warisan abadi, menginspirasi generasi baru penulis Indonesia.