JAKARTA - Polandia memberlakukan pembatasan lalu lintas udara di sepanjang perbatasan timurnya dengan Belarus dan Ukraina.
Kebijakan diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan sehari setelah beberapa serangan pesawat nirawak ke wilayah udara negara anggota NATO tersebut.
Polandia menembak jatuh pesawat nirawak yang diduga milik Rusia di wilayah udaranya pada Rabu pagi dengan dukungan pesawat dari sekutu NATO-nya.
Ini merupakan pertama kalinya anggota aliansi militer Barat tersebut diketahui melepaskan tembakan selama perang Rusia di Ukraina.
Atas permintaan Komando Operasional Cabang-Cabang Angkatan Bersenjata, pembatasan lalu lintas udara akan diberlakukan di wilayah timur Polandia dalam bentuk zona terlarang EP R129," demikian pernyataan Badan Navigasi Udara Polandia yang dipublikasikan Rabu, 10 September malam dilansir Reuters.
Pembatasan tersebut mulai berlaku pukul 22.00 GMT pada Rabu dan berlaku hingga 9 Desember.
Penerbangan di zona terlarang dilarang dari matahari terbit hingga terbenam, kecuali pesawat berawak yang beroperasi sesuai dengan rencana penerbangan dengan transponder yang sesuai dan memelihara komunikasi dua arah dengan otoritas penerbangan, demikian pernyataan badan tersebut.
BACA JUGA:
Pembatasan tersebut juga mengecualikan penerbangan militer dan beberapa penerbangan tujuan khusus serta tanda panggilan tambahan.
"Dari matahari terbenam hingga matahari terbit, terdapat larangan total untuk penerbangan, kecuali pesawat militer. Di zona EP R129, terdapat larangan terbang selama 24 jam untuk pesawat nirawak sipil," kata badan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Rabu pesawat nirawaknya melakukan serangan besar-besaran terhadap fasilitas militer di Ukraina barat, tetapi tidak berencana untuk menyerang target apa pun di Polandia.