YOGYAKARTA - Mengenal Satsiber TNI penting untuk memahami bagaimana Indonesia menjaga kedaulatan di dunia maya. Satuan Siber TNI ini berperan sebagai garda terdepan dalam melindungi keamanan digital negara dari ancaman serangan siber yang kini semakin kompleks.
Perlu Anda ketahui, di era digital perang tak lagi hanya terjadi di darat, laut, dan udara, tetapi juga di ruang siber. Kehadiran Satsiber TNI menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan melindungi kepentingan nasional di ranah digital.
Mengenal Satsiber TNI
Dilansir dari laman resminya, lahirnya Satuan Siber TNI (Satsiber TNI) berawal dari Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2015. Aturan ini menegaskan bahwa sistem pertahanan negara harus berkembang seiring kemajuan teknologi, termasuk di ranah digital.
Saat ini, hampir semua infrastruktur vital TNI, mulai dari administrasi, sistem informasi, hingga kendali senjata, telah berbasis digital. Kondisi tersebut membuat pertahanan siber menjadi kebutuhan mendesak.
Nah sebagai jawaban atas tantangan itu, Satsiber TNI dibentuk untuk melindungi jaringan penting militer dari serangan siber yang semakin rumit.
Dengan demikian, kehadiran Satsiber TNI menjadi tonggak penting strategi pertahanan nasional di era modern, ketika perang tak lagi hanya terjadi di darat, laut, dan udara, tetapi juga di dunia maya tanpa batas ruang dan waktu.
Baca juga artikel yang membahas Fakta 7 Rudal Terbesar dan Tercanggih di Dunia yang Belum Kamu Tahu!
Tugas dan Fungsi Satsiber TNI
Secara garis besar, tugas utama Satsiber TNI adalah melaksanakan operasi siber untuk mendukung misi pokok Tentara Nasional Indonesia. Unit ini berada di bawah koordinasi Kasum TNI, namun laporan dan pertanggungjawabannya langsung disampaikan kepada Panglima TNI melalui Komandan Satsiber TNI (Dansatsiber TNI).
Lebih dari sekadar menjaga jaringan, Satsiber TNI berfungsi sebagai benteng digital yang mampu mencegah, menangani, hingga memulihkan gangguan siber yang mengancam stabilitas pertahanan.
Satuan ini bukan hanya penjaga sistem, tetapi juga penguat daya tahan siber TNI. Singkatnya, Satsiber TNI adalah garda digital Indonesia yang memastikan data strategis, operasi militer, dan sistem teknologi tetap aman dari serangan siber yang kian canggih.
Lemahnya Sistem Pertahanan Indonesia
Keamanan siber masih menjadi salah satu titik lemah Indonesia, pernyataan tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Cyberlands.io. Ironisnya Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara dan ke-60 di dunia dalam hal risiko dari aktivitas internet.
Pada kuartal pertama 2022 saja, Indonesia menghadapi lebih dari 11,8 juta serangan siber. Setahun sebelumnya, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 1,65 miliar anomali lalu lintas siber.
Langkah penting baru diambil pada September 2022, ketika Indonesia akhirnya mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Sebelumnya, data pribadi bahkan belum didefinisikan jelas dalam hukum, sehingga pelanggaran sulit ditindak. Akibat lemahnya regulasi, data masyarakat kerap bocor, sampai-sampai banyak warga menyebut Indonesia sebagai “negara open-source.”
BACA JUGA:
Kondisi ini memicu banyak kasus besar kebocoran data. Meski sistem di Indonesia cenderung terdesentralisasi, urusan keamanan siber dan perlindungan data justru membutuhkan pendekatan terpusat agar efektif menghadapi serangan peretas.
Selain pembahasan mengenai mengenal satsiber TNI, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!