JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebutkan aksi unjuk rasa masyarakat dan mahasiswa terjadi pada 107 titik lokasi dalam 32 provinsi di Indonesia sejak 25 Agustus 2025. Demo diwarnai kerusuhan terjadi di sembilan provinsi.
"Kami mencatat ada 107 titik aksi di 32 provinsi sejak 25 Agustus 2025," kata Tito saat memimpin rapat koordinasi (rakor) inflasi secara daring di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemendagri, Selasa 2 September.
Dalam tayangan presentasi peta titik lokasi aksi, sejumlah provinsi ditandai dengan warna merah dan kuning. Warna kuning, kata Tito, pertanda unjuk rasa berjalan kondusif, sedangkan warna merah aksinya berjalan rusuh.
"Untuk yang merah, itu terjadi di Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat, yang kami catat berakhir kerusuhan berupa pengerusakan dan pembakaran," terang Tito.
Sebelumnya, dua pimpinan organisasi serikat buruh, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai ada “penumpang gelap” yang menyusupi aksi unjuk rasa di Jakarta pekan lalu hingga berujung kerusuhan.
BACA JUGA:
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan kelompok perusuh yang membakar fasilitas umum diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang.
“Ada terasa benar (penumpang gelap), dan teman-teman buruh sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Saya minta, saya perintahkan ikut bersama pemerintah daerah untuk mengamankan aset negara. Itu kan yang dibakar-bakar itu aset negara, uang publik juga,” ujar Said.
Disclaimer: Pemberitaan ini untuk kepentingan informasi publik. Redaksi VOI menolak kekerasan dan penjarahan. Mari tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menjaga negeri ini tetap aman.