Bagikan:

JAKARTA - Warga Pati terus mempertanyakan kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap pembangunan jalur kereta di Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Mereka mendesak Bupati Pati Sudewa alias Sudewo segera ditetapkan sebagai tersangka.

Momen ini terjadi ketika Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menemui massa yang berangkat dari Pati, Jawa Tengah dan tiba di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada pada hari ini, 1 September.  Awalnya, dia memastikan proses hukum terkait dugaan korupsi suap DJKA Kemenhub yang diduga melibatkan Sudewo masih berjalan.

“Penyidikan perkara tersebut masih berproses, jadi kami pastikan penyidikan perkara itu tidak berhenti. Penyidikan perkara itu masih berproses,” kata Budi dalam pernyataannya.

Meski begitu, Budi bilang, penyidikan dugaan korupsi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Dia bilang ada asas hukum yang harus ditaati.

Tapi, mempersilakan warga Pati untuk menyampaikan informasi tambahan ke komisi antirasuah jika punya. “Kami terbuka kami sangat terbuka menerima saran dan masukan, yang dapat mendukung penanganan perkara tersebut,” tegasnya.

“Terlebih gedung KPK adalah gedung rakyat, selalu terbuka untuk seluruh masyarakat di Indonesia,” sambung dia.

Mendapati pernyataan ini, warga Pati kemudian ramai-ramai menjawab Budi.

“Prosesnya berapa waktu, Pak?” tanya salah satu warga.

“Sampai kapan, woy!” ungkap warga yang turut hadir di situ.

Budi sayangnya tak menjawab pertanyaan warga Pati tersebut. Dia justru menyerahkan pelantang suara kepada Kapolres Jakarta Selatan Kombes Nicholas Ary Lilipaly yang meminta massa aksi tetap kondusif.

“Tolong diterima dan dipahami bahwa KPK adalah lembaga hukum yang segala tindak tanduknya berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Nicholas.

“Seperti yang sudah disampaikan bahwa dari KPK bahwa perkara terhadap Bapak Bupati, Pak SDW tadi sudah dalam berproses,” sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, perwakilan warga Pati, Supriyono alias Botok menuding KPK mengamankan Bupati Pati Sudewa alias Sudewo sehingga tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pembangunan jalur kereta di Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hal ini disampaikan Supriyono alias Botok selaku koordinator aksi lapangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang mendatangi gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Mereka beraksi setelah menumpang tujuh bus dan ada 350 warga yang hadir.

“Kenapa selama ini KPK tidak menetapkan tersangka? Karena selama ini KPK tidak menyelidiki, tidak mengembangkan. Tapi mengondisikan supaya Sudewo lepas dari jerat hukum,” kata Supriyono kepada wartawan di lokasi.

Supriyono menyebut keterlibatan Sudewo sebenarnya sudah terang. Apalagi, politikus Gerindra tersebut mengembalikan uang ke KPK di tengah kasus tersebut.

Sehingga, Supriyono mendesak KPK segera menetapkan Sudewo sebagai tersangka. “Tidak boleh KPK seperti itu. Tadi saya sampaikan, kalau KPK tidak tegak lurus, jangan salahkan masyarakat Pati akan marah,” tegasnya.

Jubir Budi Prasetyo Temui warga Pati Jateng di KPK (DOK Wardhany Tsa Tsia/VOI)

“Jangan salahkan Pati akan membakar. Kemarin tanggal 13. Saya sudah mereda masyarakat Pati. Pendopo kabupaten mau dibakar, saya yang mereda. DPR mau dibakar, saya yang mereda,” sambung Supriyono.