JAKARTA - Massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) meneriaki Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Mereka meminta agar nama tujuh anggota Brimob yang melindas ojek online (ojol) Affan Kurniawan dengan kendaraan taktis (rantis) hingga tewas dibeberkan.
Bermula saat Irjen Asep Edi Suheri memberikan pernyataan di depan ribuan mahasiwa yang berasal dari berbagai universitas, salah satunya terkait dengan penangan tujuh anggota Brimob.
Saat itulah, massa meminta Kapolda Metro untuk membeberkan nama sebenarnya dari para anggota Brimob tersebut.
"Sebut nama, sebut nama, sebut nama," teriak massa ke arah Kapolda.
"Transaparan," sahut mahasiswa lainnya.
Sebelumnya, mahasiswa juga meneriaki Irjen Asep Edi Suheri yang meminta maaf atas peristiwa yang menewaskan Affan Kurniawan pada 28 Agustus.
Teriakan para mahasiswa seolah tak menerima permohonan maaf yang disampaikan jenderal bintang dua tersebut.
"Pembunuh.. Pembuuh... Pembunuh," sorak massa ke arah Kapolda Metro.
Asep tak merespon apapun cacian dan makian dari massa yang kecewa dengan tindakan polisi tersebut. Ia terus memberikan pernyataan terkait hasil penanganan kasus tewasnya Affan Kurniawan.
Adapun, dalam kasus tewasnya Affan Kurniawan, tujuh anggota Brimob telah diamankan. Mereka masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.
BACA JUGA:
Dalam aksi tersebut, massa membawa tiga tuntutan utama, yakni: meminta terduga pelaku pelindasan diadili; menuntut reformasi menyeluruh di tubuh Polri; mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur atau diganti.