Bagikan:

JAKARTA - Puluhan masyarakat yang ikut turun ke jalan melakukan aksi demo di depan Mako Brimob Kwitang,Jakarta Pusat, terkapar setelah menghirup asap gas air mata yang ditembakkan aparat Brimob ke arah kerumunan massa aksi, Jumat, 29 Agustus, sore.

Tembakkan gas air mata yang dilepaskan aparat Brimob Kwitang sudah puluhan kali ke arah kerumunan massa di Jalan Kramat Kwitang, Senen.

Banyaknya gas air mata tersebut membuat konsentrasi massa terpecah dan lari berhamburan. Bahkan, kepanikan itu menyebabkan puluhan masyarakat terkapar setelah menghirup gas air mata.

Beruntung, masyarakat yang terkapar pingsan itu berhasil dievakuasi oleh massa ojol di lokasi yang ikut aksi. Para korban dilakukan evakuasi menggunakan sejumlah motor milik ojol.

Dari pantauan VOI, saat dua kali periode penembakan gas air mata ke arah kerumunan massa, tidak ada mobil ambulan yang stanby di lokasi.

Pasalnya aksi tersebut merupakan aksi dari hati nurani rakyat yang berempati atas kematian pengemudi ojol bernama Affan.

Namun sekitar pukul 15.15 WIB, sebuah mobil ambulans mendatangi lokasi Jalan Kramat Kwitang untuk mengevakuasi para korban.

Tak hanya sampai disitu, hingga pukul 15.40 WIB, korban berjatuhan akibat gas air mata terus dievakuasi oleh pengendara ojol menggunakan motor.

"Minggir, minggir," teriak pengendara motor yang mengevakuasi korban sambil membunyikan klakson.

Selain massa aksi yang terkena efek gas air mata, sejumlah pedagang kaki lima juga terdampak.

"Ya Allah mata dan dada saya nyesek banget pak. Asep gas air mata nya kemana-mana," ucap Casmini, pedagang minuman kemasan.

Melihat situasi yang semakin tak kondusif, Casmini kemudian memilih menutup dagangannya dan pulang ke rumah.

"Sudah lah, sudah cukup. Bahaya kalau gas air mata ini soalnya. Mau tutup aja, pulang ke rumah," katanya.

Sekedar diketahui, aksi yang terjadi di kawasan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat merupakan buntut dari kematian pengemudi ojol Affan yang dilindas mobil Rantis Brimob di Tanah Abang, Jakarta Pusat.