JAKARTA - China menyatakan permintaan Presiden AS Donald Trump untuk perundingan peluncutan senjata nuklir bersama AS dan Rusia tidak masuk akal dan tidak realistis.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan hal ini merespons pernyataan Trump yang mengaku sudah membahas pengendalian senjata nuklir dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan ingin China juga terlibat.
"Kekuatan nuklir China dan Amerika Serikat sama sekali tidak setara, dan lingkungan keamanan strategis serta kebijakan nuklir kedua negara sangat berbeda," kata Guo dilansir Reuters, Rabu, 27 Agustus.
Tiongkok menerapkan kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu dan strategi nuklir untuk membela diri.
Beijing ditegaskan Guoo tidak akan terlibat dalam perlombaan senjata dengan negara lain mana pun.
"Negara-negara dengan persenjataan nuklir terbesar harus sungguh-sungguh memenuhi tanggung jawab prioritas khusus mereka untuk pelucutan senjata nuklir," kata Guo.
Trump sebelumnnya mengatakan niatnya membahas denuklirisasi dengan Rusia dan China.
BACA JUGA:
"Saya pikir denuklirisasi adalah tujuan yang sangat besar, tetapi Rusia bersedia melakukannya, dan saya pikir China juga akan bersedia melakukannya. Kita tidak bisa membiarkan senjata nuklir berkembang biak. Kita harus menghentikan senjata nuklir. Kekuatannya terlalu besar," kata Trump.
Menteri luar negeri Malaysia mengatakan bulan lalu China akan menandatangani perjanjian Asia Tenggara yang melarang senjata nuklir di kawasan itu segera setelah semua dokumentasi siap.