Bagikan:

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyinggung isu perempuan saat pidato di Sidang Bersama DPR-DPD RI yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen. Puan menegaskan bahwa perempuan berhak menduduki jabatan publik di seluruh tingkatan.

Puan mengatakan dalam pembangunan SDM nasional, tidak boleh mengabaikan fakta bahwa setengah dari potensi bangsa Indonesia adalah kaum perempuan. Hal itu sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang menunjukkan 49 persen penduduk Indonesia adalah perempuan.

Menurut Puan, dalam era pembangunan inklusif, keberadaan dan kontribusi perempuan harus ditempatkan bukan hanya dalam kerangka hak asasi manusia, tetapi juga sebagai prasyarat keberhasilan pembangunan nasional.

"Hakikat pembangunan adalah membebaskan manusia dari belenggu ketidakadilan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Karena itu, laki-laki dan perempuan harus sama-sama terbebas dari belenggu tersebut dan sama-sama meraih kesejahteraan," ujar Puan dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Agustus.

"Bukan hanya laki-laki saja atau perempuan saja, tetapi laki-laki dan perempuan yang harus sejahtera," sambungnya.

Saat ini, lanjut Puan, keterwakilan perempuan di DPR RI periode 2024–2029 mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sekitar 21,9 persen atau 127 dari 580 anggota DPR.

"Ini adalah kemajuan yang patut diapresiasi, namun masih jauh dari target ideal minimal 30 persen keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, sebagaimana semangat afirmasi kesetaraan gender dalam politik Indonesia," katanya.

Puan menekankan bahwa suara perempuan adalah nada asli yang ikut membentuk simfoni kehidupan bangsa. Tanpa nada itu, menurutnya, melodi peradaban akan kehilangan harmoni hanya denting yang tak pernah menjadi lagu.

"Laki-laki dan perempuan hidup di dunia yang sama, memikul tanggung jawab yang sama untuk membangun peradaban dunia," katanya.

"Seperti syair lagu yang sangat populer: Imagine all the people Sharing all the world You may say I'm a dreamer But I'm not the only oneI hope someday you'll join us And the world will live as one," imbuh Puan.

Mantan Menko PMK itu menuturkan, seharusnya seluruh elemen bangsa bisa membayangkan bahwa Indonesia adalah tempat di mana perempuan dan laki-laki berbagi ruang, berbagi kuasa, dan berbagi tanggung jawab untuk kemajuan bersama.

"Perempuan juga berhak menduduki jabatan publik dan negara di semua tingkatan," kata perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.