JAKARTA - Badan keamanan domestik Ukraina menangkap seorang perwira angkatan udara atas tuduhan menjadi mata-mata Rusia dengan membocorkan lokasi jet tempur F-16 dan Mirage 2000.
Perwira yang tidak disebutkan namanya tersebut merupakan instruktur penerbangan berpangkat mayor.
Dia dituduh membantu Rusia melakukan serangan udara dengan memberikan koordinat dan menyarankan taktik serangan, kata Dinas Keamanan Ukraina (SBU).
"Secara khusus, target prioritas musuh adalah lapangan terbang tempat F-16, Mirage 2000, dan Su-24 berpangkalan," kata SBU dilansir Reuters, Rabu, 30 Juli.
F-16 buatan AS dan Mirage buatan Prancis, sementara Su-24 adalah pesawat pengebom jet tua buatan Soviet.
"Agen tersebut mengumpulkan koordinat lokasi pesawat-pesawat ini, jadwal, dan urutan keberangkatan mereka,” sambungnya.
SBU mengatakan tersangka juga memberikan data tentang personel angkatan udara Ukraina dan taktik tempur kepada intelijen militer Rusia.
BACA JUGA:
Moskow secara rutin menargetkan lapangan terbang dan pangkalan militer di seluruh Ukraina, terutama wilayah yang diyakini menjadi tempat penyimpanan senjata yang disediakan Barat seperti jet F-16 atau Mirage.
Kedua pesawat tersebut sangat penting dalam memperkuat pertahanan Ukraina terhadap serangan udara Rusia yang terus meningkat dan kemajuan medan perang yang pesat dalam invasi besar-besaran Moskow yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun.
Bulan ini, SBU menahan dua warga negara China karena dicurigai memata-matai program rudal antikapal Neptune Ukraina, bagian penting dari industri senjata domestik Kyiv yang sedang berkembang.