Bagikan:

JAKARTA — Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri mengambil sejumlah sampel di lokasi kebakaran Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di pasar tersebut.

"Kami mengamankan barang bukti berupa abu arang, kabel, dan peralatan listrik yang berpotensi menjadi penyebab kebakaran," ujar Kepala Subbidang Laka Bakar Puslabfor Polri, Kompol Henry Siahaan, saat ditemui di lokasi pada Rabu (30/7).

Didampingi oleh jajaran Polres Metro Jakarta Selatan, tim Puslabfor melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menelusuri titik awal api.

"Dari titik pertama api muncul, kami ambil barang bukti. Dari situlah nanti bisa diketahui penyebab kebakarannya," jelas Henry.

Barang bukti yang telah dikumpulkan akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Proses analisis diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu.

“Kami belum bisa memastikan penyebab pastinya sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar,” katanya.

Tim forensik tiba di lokasi sekitar pukul 11.51 WIB. Hingga Rabu pagi, api masih terlihat menyala di beberapa titik, meski ini sudah memasuki hari ketiga sejak kebakaran terjadi pada Senin malam (28/7).

Kebakaran hebat ini menghanguskan sekitar 552 kios di area seluas 1.500 meter persegi. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp30 miliar. Dugaan awal menyebutkan kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu toko pakaian bekas yang saat itu dalam keadaan tertutup.

Menanggapi peristiwa tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk memperbaiki Pasar Taman Puring. Ia berjanji revitalisasi akan segera dilakukan demi memulihkan aktivitas ekonomi para pedagang yang terdampak.