Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa angka kemiskinan dan pengangguran Indonesia menurun. Hal itu ia ungkapkan dalam Kongres PSI, Minggu, 20 Juli.

Pernyataannya itu rupanya mengutip laporan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. BPS akan segera merilis data terbaru angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

Laporan BPS yang dirilis pada bulan Mei 2025 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Indonesia turun menjadi 4,76 persen per bulan Februari 2025. Meski persentase menurun, namun jumlah pengangguran meningkat menjadi 7,28 juta orang atau naik 83.450 orang dibanding bulan Februari 2024.

Sementara itu, data kemiskinan per September 2024 berada di angka 8,57 persen atau sekitar 24,08 juta jiwa. Angka kemiskinan dari laporan BPS ini sebelumnya sempat menimbulkan perdebatan karena perbedaannya yang jauh dengan laporan Bank Dunia.

Beberapa bulan terakhir, ramai berita banyaknya PHK, minimnya lapangan kerja dan banyak perusahaan yang gulung tikar. Bagaimana temuan ekonom? Apakah benar angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia menurun? Simak informasi selengkapnya di VOI.id.