Bagikan:

JAKARTA - Acara pesta rakyat Garut yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berakhir tragis.

Kronologi kejadian berawal saat agenda hiburan dan pembagian makanan gratis diadakan di kawasan Alun-alun dan Pendopo Kabupaten Garut, Jumat 18 Juli.

Ribuan warga dari berbagai kalangan sudah memadati lokasi sejak pagi. Situasi memanas ketika massa mulai berdesakan di pintu masuk utama menuju area Pendopo. Dorong-mendorong antarwarga tak terhindarkan hingga menyebabkan kekacauan di pintu gerbang, meskipun petugas kepolisian dan Satpol PP telah berjaga.

Akibat kericuhan tersebut, sejumlah warga jatuh pingsan dan harus dievakuasi oleh aparat serta tim medis yang siaga di lokasi.

Tragisnya, insiden ini merenggut tiga nyawa, yakni seorang anak berusia delapan tahun bernama Vania Aprilia asal Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Dewi Jubaeda (61), dan seorang anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39).

Ketiganya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut.

Mela Puri, ibu dari Vania Aprilia membenarkan kabar duka tersebut. “Iya, anak saya (meninggal),” tuturnya saat ditemui di RSUD dr Slamet Garut dikutip dari Antara.

Meskipun terjadi insiden yang menelan korban jiwa, acara hiburan di panggung utama Alun-alun Garut tetap dilanjutkan dengan pertunjukan musik dan lagu.

Sementara, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan pihaknya telah mempelajari seluruh rangkaian kegiatan pesta rakyat tersebut, termasuk skema pengamanan yang telah disiapkan.

Ia menyebut izin kegiatan telah ditempuh oleh panitia sesuai prosedur, dan pengamanan telah dirancang dengan melibatkan lebih dari 400 personel gabungan.

"Sudah dibuat rencana pengamanan, 404 personel gabungan sudah disiagakan dan menempati pos masing-masing sesuai arahan," jelasnya.

Meski begitu, insiden tetap terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Hal inilah yang menjadi titik fokus penyelidikan lanjutan.

Lebih lanjut, Irjen Rudi menyatakan penyelidikan akan menyasar semua pihak terkait, termasuk event organizer (EO) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan acara. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa dalam pesta tersebut.

"Karena ada orang yang meninggal, ada peristiwa yang menimbulkan gangguan secara teknis, polisi akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau tidak," kata Rudi.