SOLO - Presiden Prabowo Subianto mengaku sangat emosional saat mendengar kata PSI. Hal itu disampaikan dia saat mengawali sambutannya pada pidato penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Minggu 20 Juli.
"Saya emosional kalau mendengar kata PSI karena dahulu ayahanda saya pernah menjadi ketua PSI, PSI yang versi lama, Partai Sosialis Indonesia," ungkapnya.
Prabowo mengaku bersyukur karena PSI versi lama kini ada penerusnya dengan versi yang baru, yaitu Partai Solidaritas Indonesia. "Sekarang ada penerusnya Partai Solidaritas Indonesia. Terima kasih memilih nama PSI," ujarnya.
Sebelumnya, suasana meriah menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025, yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Minggu (20/7/2025) malam.
Prabowo tiba sekitar pukul 19.35 WIB, mengenakan setelan safari cokelat dan kopiah hitam. Kedatangannya langsung disambut Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, serta sejumlah kader dan tokoh partai politik lainnya, seperti Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Tak hanya sambutan resmi, suasana gedung pecah oleh yel-yel para kader PSI yang meneriakkan dukungan dua periode untuk Prabowo. “Selamat datang, Bapak Prabowo! PSI dukung dua periode!” teriak para kader penuh semangat.
Kongres PSI 2025 sendiri digelar selama dua hari, 19-20 Juli, dan dihadiri ribuan kader dari seluruh Indonesia. Dalam kongres tersebut, Kaesang Pangarep resmi kembali terpilih sebagai Ketua Umum PSI 2025-2030, melalui sistem e-vote dengan meraih 65,28 persen suara, mengungguli Ronald A Sinaga dan Agus Mulyono Herlambang.
BACA JUGA:
Tak hanya memilih ketua umum, kongres kali ini juga mengumumkan agenda besar berupa rebranding PSI menjadi Partai Super Tbk dan pergantian logo partai menjadi simbol gajah merah-hitam, sebagai lambang kekuatan dan keteguhan.
Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan pidato penutupan kongres sebagai bentuk dukungan terhadap semangat politik generasi muda.