JAKARTA - Kementerian Pariwisata memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan melatih pekerja migran sebagai duta pariwisata Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini. Menurut dia, inisiatif tersebut tidak hanya untuk memberdayakan masyarakat, tetapi juga memperluas promosi pariwisata Indonesia ke kancah internasional.
“Kami menyiapkan pelatihan Wonderful Indonesia Hospitality Skills yang akan membekali calon pekerja migran dengan keterampilan dasar pariwisata dan pelayanan,” ujar Widiyanti dalam keterangan resmi di Jakarta, Antara, Selasa, 15 Juli.
Pelatihan ini diharapkan membuat para pekerja migran lebih percaya diri, komunikatif, dan mampu membawa citra positif Indonesia dalam interaksi mereka di luar negeri. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga akan menyinergikan program Desa Wisata dengan Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera) dari Kementerian P2MI.
Widiyanti menegaskan, pemberdayaan pekerja migran berpotensi mendorong pertumbuhan pariwisata sebagai penggerak komunitas, jembatan budaya, dan media promosi Indonesia di dunia internasional.
“Sebagai bagian dari diaspora, mereka membawa citra Indonesia ke berbagai penjuru dunia dan berperan sebagai kekuatan diplomasi budaya,” katanya.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, menambahkan bahwa pemberdayaan pekerja migran tidak dapat dilakukan sendiri oleh kementeriannya. Kerja sama dengan Kementerian Pariwisata meliputi pelatihan keterampilan pelayanan, seperti spa, yang sangat dibutuhkan di luar negeri.
BACA JUGA:
“Kami juga bekerja sama dalam pengembangan Desa Migran EMAS yang beririsan dengan Desa Wisata, karena banyak desa migran yang dikelola oleh pekerja migran,” ujar Karding.