JAKARTA - Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar segera dibuka rute yang lebih aman untuk mengirimkan bantuan kepada penduduk di Gaza utara, tengah dan selatan.
Dalam unggahan di media sosial X WFP menekankan, bantuan kemanusiaan harus diizinkan untuk menjangkau mereka yang membutuhkan tanpa hambatan atau risiko, dilansir dari WAFA 7 Juli.
Badan tersebut juga memperbarui permohonannya untuk gencatan senjata permanen di Gaza, dengan peringatan akan semakin parahnya bencana kemanusiaan.
Mengulangi kekhawatirannya atas situasi tersebut, WFP menyatakan satu dari tiga orang di Gaza tidak akan mendapatkan makanan selama beberapa hari, yang menyoroti tingkat kelaparan dan kekurangan yang parah di antara penduduk.
Meskipun kondisi keamanan memburuk, akses terbatas, dan meningkatnya keputusasaan masyarakat di Gaza, WFP mengonfirmasi mereka terus memberikan bantuan pangan yang menyelamatkan nyawa di seluruh Jalur Gaza.
Diketahui, konflik terbaru di Gaza pecah usai kelompok militan Palestina menyerang wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023, menyebabkan 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera menurut perhitungan Israel, dikutip dari Reuters.
Itu dibalas Israel dengan melakukan blokade, serangan udara hingga operasi militer di wilayah Jalur Gaza.
Israel dan kelompok militan Palestina menyepakati gencatan senjata serta pertukaran sandera dan tahanan pada 19 Januari.
Pada 2 Maret, Israel kembali melakukan blokade total terhadap Gaza dengan dalih menekan kelompok militan Palestina untuk menyepakati gencatan senjata usulan Amerika Serikat dan pertukaran sandera-tahanan.
BACA JUGA:
Seiring berakhirnya kesepakatan gencatan senjata, Israel kembali menggelar operasi militer di Gaza pada 18 Maret.
Hingga kemarin, korban tewas Palestina di Jalur Gaza sejak konflik terbaru pecah telah mencapai 57.418 jiwa dan 136.261 lainnya luka-luka, menurut sumber medis di Gaza.