JAKARTA - Kelompok-kelompok bantuan internasional dan PBB telah menolak untuk bekerja dengan GHF. Mereka mengatakan itu melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan dasar dengan mengkoordinasikan pengiriman bantuan untuk masyarakat gaza dengan pengawalan pasukan Israel yang didukung oleh personel keamanan AS yang disewa secara pribadi dan bersenjata.
Amerika Serikat mengatakan telah menyetujui $30 miliar dalam pendanaan langsung untuk kelompok kontroversial yang didukung Israel yang memberikan bantuan di Gaza, meskipun ada kekhawatiran yang berkembang atas serangkaian serangan mematikan terhadap pencari bantuan Palestina di dekat pusat distribusinya di wilayah yang terkepung.
“Kami menyerukan kepada negara-negara lain untuk juga mendukung GHF, Yayasan Kemanusiaan Gaza, dan pekerjaan kritisnya,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott kepada wartawan, Kamis, 26 Juni.
BACA JUGA:
Gaza Humanitarian Foundatuin (GHF), yang didukung oleh AS dan Israel, telah menjadi sumber kritik luas sejak didirikan pada bulan Mei. Organisasi itu dibentuk di tengah meningkatnya tekanan pada Israel untuk meringankan blokade total selama berbulan-bulan pada bantuan kemanusiaan yang memasuki Jalur Gaza. Blokade telah mendorong sebagian besar penduduk Gaza ke ambang kelaparan.
Klip video telah muncul menunjukkan warga Palestina ditembak saat mencoba mengumpulkan bantuan makanan. Dan parahnya, ada 549 warga Palestina telah tewas saat menunggu bantuan makanan yang didistribusikan di situs GHF. Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan pada hari Kamis. GHF, yang secara resmi merupakan kelompok swasta, telah membantah bahwa insiden mematikan telah terjadi di sekitar titik bantuannya.
Direktur eksekutif sementara GHF, John Acree, menyambut baik kontribusi AS dan mengatakan sudah waktunya untuk persatuan dan kolaborasi. :Kami menantikan organisasi bantuan dan kemanusiaan lainnya bergabung dengan kami sehingga kami dapat memberi makan lebih banyak lagi warga Gaza, bersama-sama,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Ditanya tentang kritik terhadap operasi tersebut, Pigott mengatakan bahwa kelompok tersebut telah mendistribusikan 46 juta makanan sejauh ini, yang “benar-benar luar biasa” dan “harus bertepuk tangan”.