Bagikan:

JAKARTA - Israel juga menyerang rute akses ke fasilitas nuklir Fordow di Iran tengah. Serangan besar-besaran Iran berlanjut pada Senin dengan menargetkan fasilitas militer Iran.

Israel Defense Forces (IDF) mengatakan pihaknya melakukan serangan "untuk menghalangi" akses ke fasilitas pengayaan, yang telah diserang AS dengan bom penghancur bunker 36 jam sebelumnya.

Pada Minggu, 22 Juni malam, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan AS telah menghancurkan Fordow dalam serangannya.

"Kami sedang memeriksa masalah ini (program nuklir Iran) dengan sangat cermat, dengan sangat rinci bersama dengan sekutu Amerika kami. Namun jelas kami telah memberikan pukulan telak, kami telah melenyapkan ilmuwan (nuklir) terkemuka mereka, pabrik sentrifus mereka, fasilitas pengayaan. Kami menyerang dan menghancurkan Natanz, merusak parah Fordow. Kami akhirnya akan mengetahui sepenuhnya dan kami bertekad untuk menyelesaikan ini,” ujar Netanyahu.

Israel kembali melakukan serangan mulai Minggu malam hingga berlanjut hari Senin dengan menargetkan fasilitas militer Iran.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengonfirmasi penjara Evin menjadi sasaran, bersama dengan beberapa lokasi lain, termasuk gedung utama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan markas besar Basij (sayap paramiliter IRGC).

Pasukan keamanan di pusat penahanan Evin dikenal karena catatan panjang pelanggaran hak asasi manusia mereka. Aktivis politik, jurnalis, dan musisi termasuk di antara mereka yang telah dipenjara di fasilitas tersebut.