Bagikan:

JAKARTA - Sebuah keajaiban terjadi dalam kecelakaan tragis pesawat Air India yang menewaskan 241 orang, termasuk puluhan korban di darat, pada Kamis 12 Juni lalu di Ahmedabad, India.

Di tengah puing-puing pesawat yang terbelah usai lepas landas, hanya satu penumpang berhasil bertahan hidup, yakni Viswashkumar Ramesh.

Menurut Stephen Wood, pakar layanan medis darurat (EMS) dari Northeastern University, keselamatan Ramesh adalah hasil dari kombinasi langka antara berbagai faktor. Namun, yang paling menentukan adalah keberuntungan.

“Peluang selamat dari kecelakaan udara seburuk ini sangat kecil. Fakta bahwa ia masih hidup adalah sesuatu yang luar biasa,” ujar Wood dikutip dari News Northeastern, Sabtu 14 Juni.

Ramesh duduk di barisan pintu darurat, area yang biasanya berisiko tinggi karena berdekatan dengan tangki bahan bakar dan struktur utama sayap.

Meskipun tempat itu rentan, posisi tersebut justru menciptakan kantong keselamatan dan menjadi area kecil di dalam pesawat dengan dampak benturan, api, dan kerusakan struktur yang kecil, sehingga memungkinkan seseorang bertahan hidup.

Setelah pesawat jatuh, bagian tempat duduk Ramesh mendarat di lantai dasar sebuah gedung dan pintunya terbuka, menciptakan celah untuk kabur.

Ia segera melepas sabuk pengaman dan memaksa diri keluar dari badan pesawat, menurut laporan kantor berita Associated Press.

“Fakta bahwa dia berada di dekat pintu keluar sangat membantu proses evakuasi cepat dan meminimalkan paparan terhadap asap serta api,” jelas Wood.

Wood menambahkan bahwa kejadian semacam ini sangat langka dalam sejarah kecelakaan udara. Sebelumnya, hanya delapan kecelakaan besar yang mencatat lebih dari 100 korban jiwa dengan satu orang selamat. Termasuk insiden di Kuba pada 2018 dan Yaman pada 2009.

“Serangkaian kondisi harus tepat, yakni posisi tubuh, sudut benturan, kondisi kabin, dan kemungkinan penyelamatan atau evakuasi mandiri. Semua ini harus berpadu agar seseorang bisa keluar hidup-hidup,” pungkas Wood.