JAKARTA - Seorang perempuan diduga dianaya dan mendapat perlakuan rasisme dari seorang pria di bus dan halte Transjakarta. Keduanya merupakan penumpang di bus yang sama.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 29 Mei, sekitar pukul 07.45 dan bus yang ditumpangi korban beserta pelaku berhenti di Halte Tanjung duren.
Kanit Reskrim Grogol Petamburan AKP Aprino Tamara menyebut korban telah melaporkan kasus tersebut pada Jumat, 30 Mei. Saat ini, polisi masih memburu pelaku.
"(Identitas pelaku) masih kami dalami. Kami masih lidik orangnya siapa," kata Aprino kepada wartawan, Minggu, 1 Juni.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku yang merupakan lelaki paruh baya ini tiba-tiba menendang kaki dan memukul tangan korban tanpa sebab di bus.
"Setelah di halte, baru dipisahkan sama sekuriti Transjakarta. Dia juga enggak tahu permasalahannya apa, tiba-tiba seperti itu. Ini baru keterangan dari korban," ungkap Aprino.
Petugas halte Transjakarta yang memisahkan korban dan pelaku juga belum mengetahui muasal peristiwa penganiayaan ini. Sehingga, polisi masih membutuhkan keterangan dari saksi lainnya dalam penyelidikan kasus tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait identitas orang tersebut. Terus kita juga masih menunggu, mau interogasi dari sekuriti yang sempat memisahkan, sama mau mempelajari CCTV. CCTV di dalam bus belum dapat. Katanya ada. Kami lagi koordinasi dengan Transjakarta," urai Aprino.
BACA JUGA:
Dalam video yang diunggah akun TikTok korban, terekam kondisi saat pelaku dan korban yang keluar dari Halte Tanjung Duren. Tampak wajah pelaku yang meneriaki korban dengan sebutan "teroris".
Menurut pengakuan korban, ia dipukul dan ditendang pelaku saat keduanya menaiki bus Transjakarta 8M. Bahkan, korban menyebut pelaku juga memukul petugas Transjakarta yang bersama korban.
@sabyyna hari ini aku dipukul and ditendang sm bapak bapak ini di halte depan taman anggrek because of my looks yg kaya org arabπππ diikutin dan diteriakin terorisπ π»π π»π π» aku kerja dilingkungan chinese and none of them act like himπ€ selama mau setahun kerja di daerah apl dan rata” org cina baru ini dikata”in depan banyak orgππ jd sedikit shock ((btw dia juga mukul, tendang gue di dalem bisπππ)) and yeshhhhh cuma grgr gue org arabπππ tolong yg kenal bapak ini dijagain jangan suka pergi kemana mana sendirian takut nanti mukulin org lain di tjπ₯² aku mau minta cctv pas pemukulan tp pas tanya petugas ternyata harus lapor polisi dulu yah… sedangkan gue harus kerja and have no time… tp semua terekam jelas dari cctv bis yg aku naikin jurusan 8m (tanah abang-tanjung duren) sekitar jam 07.24 keberangkatan dari tanah abang. BTW dia juga pukulin petugas tj yg jagain gueπ, tp petugas #transjakarta super baik dan dia nemenin gue sampe ke depan kantorπππ karna ternyata si kakek slay ini beneran nungguin aku di belokan tangga kayanya mau peluk aku dari belakang yahππππ sekian terimakasih all semoga video ini sampe ke keluarga atau kerabat kakek ini thanksπ π»π π»π π»π π»π π» dan semoga gaada lagi yg rasis rasis giniππ #traumatized #rasis #help #fyp #wishmeluck #sekalilagi #traumatizeddd β¬ original sound - sabyyna
"Hari ini aku dipukul dan ditendang sama bapak-bapak ini di halte depan Taman Anggrek because of my looks yang kayak orang Arab. Diikutin dan diteriakin teroris," tulis akun sabyyna dalam unggahannya di Tiktok.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta Ayu Wardhani mengonfirmasi kejadian tersebut. Saat kejadian, petugas Transjakarta mendampingi korban yang keluar dari halte karena pelaku masih melontarkan pernyataan rasisme kepada korban.
"Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan, pramusapa mengantar pelanggan perempuan sampai ke seberang JPO karena keduanya satu arah menuju mall Central Park. Setelah dirasa aman pramusapa kembali bertugas ke halte," urai Ayu.