JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan Vladimir Putin benar-benar gila dengan melancarkan serangan udara terbesar dalam perang di Ukraina.
Trump mempertimbangkan sanksi lebih lanjut terhadap Moskow, tetapi dia juga menegur Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
"Sesuatu telah terjadi padanya. Ia benar-benar GILA!" kata Trump tentang Putin lewat Truth Social dilansir Reuters, Senin, 26 Mei.
"Saya selalu mengatakan bahwa dia menginginkan SELURUH Ukraina, bukan hanya sebagian saja, dan mungkin itu terbukti benar, tetapi jika dia melakukannya, itu akan menyebabkan jatuhnya Rusia!,” sambung Trump.
Trump juga mengkritik Zelenskyy dengan mengatakan pemimpin Ukraina itu tidak membantu negaranya dengan membuat pernyataan yang justru bermasalah.
Seebelumnya, berbicara kepada wartawan di bandara di Morristown, New Jersey, Trump mengatakan tidak senang dengan serangan Rusia ke Ukraina.
"Saya tidak tahu apa yang salah dengannya. Apa yang terjadi padanya? Benar? Dia membunuh banyak orang. Saya tidak senang dengan itu,” ujarnya
Tidak ada tanggapan langsung dari Kremlin atau dari kantor Zelenskyy terkait pernyataan Trump.
Dalam serangan udara terbesar dalam perang tersebut, Rusia menghantam kota-kota Ukraina dan target-target lain dengan 367 pesawat nirawak dan rudal pada Minggu malam. Serangan menewaskan 12 orang, termasuk tiga anak-anak di wilayah utara Zhytomyr.
Serangan Rusia tersebut merupakan yang terbesar dalam perang tersebut terkait senjata yang ditembakkan, meskipun serangan-serangan lainnya menewaskan lebih banyak orang.
Trump telah menekan Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun, tetapi kedua belah pihak masih berjauhan. Sementara negara-negara besar berunding, perang tersebut semakin memanas dan pasukan Rusia terus maju di Ukraina timur.
Segerombolan pesawat nirawak diluncurkan oleh kedua belah pihak sementara pertempuran sengit sedang berlangsung di sepanjang bagian-bagian penting garis depan.
Kremlin mengatakan mereka sedang melakukan apa yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina untuk melindungi Rusia dari gangguan NATO di perbatasannya.
Sementara Ukraina mengatakan Rusia melancarkan perang agresi yang tidak beralasan.