Bagikan:

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump menyebut permusuhan antara Pakistan dan India telah berakhir, setelah ia mendesak kedua negara untuk fokus pada perdagangan, bukan perang.

Dilansir Reuters, Kamis, 15 Mei, Trump mengatakan kepada pasukan AS di pangkalan di Qatar selama lawatannya di Teluk, Pakistan dan India senang dengan hal itu.

Kedua negara tetangga yang memiliki senjata nuklir itu menghentikan pertempuran terburuk mereka dalam hampir tiga dekade setelah menyetujui gencatan senjata pada hari Sabtu, menyusul diplomasi dan tekanan dari Amerika Serikat.

Pakistan sebelumnya menegaskan berkomitmen pada gencatan senjata dengan India, yang disepakati setelah empat hari pertempuran militer yang intens pekan lalu. Tetapi Pakistan berjanji untuk merespons setiap agresi di masa mendatang oleh New Delhi.

Pernyataan dari Islamabad muncul sebagai tanggapan atas pidato Perdana Menteri India Narendra Modi pada Senin, di mana ia memperingatkan Pakistan, New Delhi akan menargetkan "tempat persembunyian teroris" di seberang perbatasan lagi jika ada serangan baru terhadap India, tanpa terhalang oleh "pemerasan nuklir".

Negara-negara tetangga Asia Selatan yang bersenjata nuklir itu saling menembakkan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan instalasi militer masing-masing setelah India mengatakan pihaknya menyerang lokasi "infrastruktur teroris" di Pakistan dan Kashmir Pakistan pada Rabu sebagai balasan atas serangan terhadap wisatawan Hindu di Kashmir India yang menewaskan 26 orang.

Pakistan mengatakan semua targetnya adalah warga sipil dan membantah tuduhan India bahwa mereka berada di balik serangan Kashmir.

Dilansir Reuters, militer Pakistan mengatakan pada Selasa, 13 Mei, korban tewas dalam serangan itu terdiri dari 40 warga sipil dan 11 dari angkatan bersenjatanya. India mengatakan lima personel militer dan 16 warga sipil tewas.

Itu adalah pertempuran terburuk antara kedua negara dalam hampir tiga dekade dan mereka sepakat untuk melakukan gencatan senjata pada Sabtu, menyusul diplomasi dan tekanan dari Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan Islamabad dengan tegas menolak "pernyataan provokatif dan menghasut" yang dibuat oleh Modi pada Senin.

"Pada saat upaya internasional sedang dilakukan untuk perdamaian dan stabilitas regional, pernyataan ini merupakan eskalasi yang berbahaya," katanya.

"Pakistan tetap berkomitmen pada pemahaman gencatan senjata baru-baru ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan menuju de-eskalasi dan stabilitas regional," ujar Kemlu Pakistan