Bagikan:

JAKARTA - Manajemen Ancol buka suara terkait pengangkatan Lies Hartono atau Cak Lontong sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Daniel Windriatmoko menyebut Cak Lontong ditunjuk sebagai komisaris BUMD ini karena bisa memperkaya ide pengembangan kawasan wisata mereka.

"Bapak Lies Hartono dapat memberi warna dalam memunculkan inovasi dalam bidang seni dan pariwisata," kata Daniel kepada wartawan, Selasa, 29 April.

Pemprov DKI Jakarta sebagai pemegang saham terbesar Ancol, lanjut Daniel, yakin kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki Cak Lontong dapat memperkuat fungsi pengawasan dan strategi bisnis PT Pembangunan Jaya Ancol.

"Sehingga diharapkan akan meningkatkan kinerja perusahaan lebih optimal dan mampu bersaing," ungkap dia.

Selain Cak Lontong, terdapat nama lain yang ditunjuk oleh Gubernur DKI Jakarta untuk mengisi posisi dewan komisaris. Di antaranya adalah mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra sebagai Komisaris Utama (Komut) dan Komisaris Independen.

"Bapak Irfan memiliki pengalaman dalam melakukan restrukturisasi PT Garuda Indonesia sehingga mampu bertahan terhadap lemahnya keuangan perusahaan dan tekanan dunia pariwisata akibat COVID-19," ujar Daniel.

Tak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga kembali diangkat oleh Pemprov DKI di kepemimpinan Pramono sebagai Komisaris Ancol. Sebelumnya, Sutiyoso pernah menjabat pada posisi yang sama di kepemimpinan Anies Baswedan pada Agustus 2022 hingga mengundurkan diri pada Oktober 2023.

"Bapak Sutiyoso memiliki pengalaman, dedikasi dan komitmen penuh sehingga beliau dapat memperkuat fungsi pengawasan dan pengembangan bisnis PT Pembangunan Jaya Ancol yang lebih berdaya saing," urainya.

Sebagai catatan, penunjukan dewan komisaris baru Ancol saat ini menggantikan Sofyan Abdul Djalil yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen, serta Henky Wijaya dan Suhardi Alius yang sebelumnya di posisi Komisaris.

Sementara itu, posisi direksi tidak mengalami perombakan. Di mana Direktur Utama dijabat oleh Winarto. Lalu, Direktur tetap dijabat oleh Cahyo Satriyo Prakoso, Daniel Nainggolan, dan Eddy Prastiyo.

Dalam RUPS tahunan itu, Ancol juga mengumumkan pelaporan kinerja tahun buku 2024. Sepanjang 2024, Ancol mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,266 triliun dengan kontribusi utama dari segmen pariwisata sebesar 75,11persen, sisanya berasal dari real estate serta perdagangan dan jasa.

Selain itu, Ancol juga melakukan pembagian dividen sebesar Rp24 per lembar saham yang totalnya mencapai Rp38,40 miliar atau 21,60 persen dari laba bersih.