Bagikan:

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meningkatkan upaya mitigasi menyusul dua desa di Kabupaten Bogor kebanjiran.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 12 April malam, akibat cuaca ekstrem hujan deras diperparah meluapnya Kali Pelayangan.

"Data sementara yang kami terima, banjir merendam dua desa, yakni Desa Rawa Panjang dan Desa Pabuaran. Sebanyak 213 kepala keluarga atau 670 jiwa terdampak," kata dia di Jakarta, Senin 14 April, disitat Antara.

BNPB mengonfirmasi setidaknya sampai dengan Minggu 13 Apri, banjir dilaporkan sudah mulai surut dan warga bergotong-royong membersihkan rumah serta lingkungan mereka.

Namun, kata Abdul, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat termasuk evakuasi warga.

Selain banjir, tim juga dikerahkan untuk mengatasi dampak hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan merusak rumah warga di lima kecamatan lainnya, yakni Cibinong, Caringin, Cigudeg, Ciomas, dan Tenjolaya.

"Kondisi saat ini telah kondusif, dan beberapa rumah sudah mulai diperbaiki. Sebanyak 55 kepala keluarga atau 154 jiwa terdampak dan 42 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan," kata dia.

Dia memaparkan berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem masih berpotensi melanda Provinsi Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. Gangguan dinamika atmosfer dan juga faktor musim pancaroba yang sedang berlangsung saat ini turut mempengaruhi kondisi cuaca tersebut.

Untuk itu, BNPB meminta pemerintah daerah untuk lebih memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sumber daya lainnya dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Sementara masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi lembaga pemerintah, dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi seraya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

"Sederhananya jika terjadi hujan deras lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter, segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman," katanya.