Bagikan:

JAKARTA - Serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan 23 warga Palestina pada Selasa. Militer Israel memperluas perintah mengungsi kepada puluhan ribu penduduk di seluruh wilayah itu.

Militer Israel melanjutkan operasinya melawan Hamas di Gaza sepekan yang lalu, yang menghancurkan gencatan senjata selama dua bulan.

Sejak itu, hampir 700 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah tewas, kata pejabat kesehatan Palestina.

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi akibat pertempuran beberapa kali selama hampir 18 bulan perang dan menghadapi kekurangan makanan dan air yang semakin parah setelah Israel menghentikan pengiriman bantuan awal bulan ini.

Pada Selasa, 25 Maret, tentara Israel memberi tahu penduduk di semua kota perbatasan utara untuk mengungsi, dengan mengatakan roket Palestina telah ditembakkan ke Israel dari daerah tersebut.

Kota-kota yang terkena dampak termasuk Jabalia, Beit Lahiya, Beit Hanoun dan Shejaia di Kota Gaza. Perintah juga dikeluarkan untuk daerah di Khan Younis dan Rafah di selatan.

"Demi keselamatan Anda, Anda harus segera pindah ke selatan ke tempat perlindungan yang diketahui," kata militer dalam perintahnya kepada penduduk di Jabalia, kamp pengungsi terbesar di Gaza dilansir Reuters.

Pejabat Palestina dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan tidak ada daerah aman di Jalur Gaza.

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan baru itu bertujuan untuk menekan Hamas agar membebaskan 59 sandera yang masih ditahannya di Gaza. Sekitar 24 dari mereka diyakini masih hidup.

Hamas yang menuduh Israel membatalkan kesepakatan gencatan senjata 19 Januari, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan upaya baru, yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, untuk memulihkan ketenangan dan menyelesaikan perjanjian gencatan senjata tiga fase.