Bagikan:

JAKARTA - Puluhan negara bersedia menyiapkan pasukan penjaga perdamaian di Ukraina jika terjadi kesepakatan damai dengan Rusia.

Inggris dan Prancis telah mempelopori upaya untuk menawarkan rencana penjaga perdamaian bagi Ukraina setelah Presiden AS Donald Trump memulai pembicaraan untuk mendesak kesepakatan damai dengan Rusia.

Lebih dari 30 negara diperkirakan terlibat dalam apa yang disebut 'koalisi' untuk mendukung Ukraina, kata juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Senin dilansir Reuters, 17 Maret.

"Kemampuan kontribusi akan bervariasi, tetapi ini akan menjadi kekuatan yang signifikan, dengan sejumlah besar negara menyediakan pasukan,” katanya.

Rusia telah berulang kali menolak gagasan tentara dari negara-negara yang tergabung dalam aliansi militer NATO ditempatkan di Ukraina. K

etika ditanya apakah pasukan penjaga perdamaian akan diizinkan untuk membalas tembakan jika menjadi sasaran, juru bicara Starmer mengatakan pertemuan perencanaan militer sedang berlangsung untuk membahas rinciannya.

Starmer melakukan pertemuan virtual pada Sabtu dengan para pemimpin dari Eropa dan negara-negara lain untuk membangun dukungan bagi koalisi sebelum para perencana militer dijadwalkan bertemu di Inggris pada Kamis untuk membahas bagaimana gencatan senjata dapat dijamin.

Ketika ditanya tentang komentar Rusia soal Moskow tidak akan menerima pasukan penjaga perdamaian Eropa di Ukraina, juru bicara Starmer mengatakan, “perlu diingat bahwa Rusia tidak bertanya kepada Ukraina ketika negara itu mengerahkan pasukan Korea Utara ke garis depan tahun lalu."

Inggris dan Prancis sama-sama terus mendesak Amerika Serikat untuk memberikan jaminan keamanan guna mencegah serangan Rusia di masa mendatang.