JAKARTA - Serangan rudal Rusia di kota Kryvyi Rih, Ukraina, menewaskan seorang wanita berusia 47 tahun dan melukai sembilan orang lainnya.
Gubernur daerah Dnipropetrovsk Serhiy Lysak mengatakan serangan itu juga merusak fasilitas infrastruktur, gedung apartemen bertingkat tinggi, gedung administrasi, toko, dan fasilitas pendidikan.
Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelenskyy, telah menjadi sasaran sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina tiga tahun lalu.
Dilansir Reuters, Rabu, 12 Maret, serangan semalam itu menyusul perundingan AS-Ukraina di Arab Saudi, di mana Kyiv mengatakan siap mendukung usulan Washington untuk gencatan senjata selama 30 hari dengan Rusia.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan AS sekarang akan menyampaikan tawaran itu ke Rusia, dan keputusan ada di tangan Moskow.
Angkatan udara mengatakan Rusia menggunakan tiga rudal untuk menyerang Kryvyi Rih dan pelabuhan Laut Hitam Odesa, selain mengirim 133 pesawat nirawak untuk menyerang negara itu semalam.
Di Odesa, serangan rudal terhadap infrastruktur pelabuhan menewaskan empat warga Suriah dan melukai seorang warga Ukraina dan seorang warga Suriah, kata Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba di Telegram.
Serangan itu merusak kapal berbendera Barbados "MJ PINA" yang sedang memuat gandum untuk diekspor ke Aljazair, menurut Kuleba, serta kapal lain dan fasilitas penyimpanan biji-bijian.
Lysak mengatakan serangan semalam di kota Dnipro juga melukai satu orang dan merusak infrastruktur, perusahaan, dan sekitar 10 rumah pribadi, yang menyebabkan kebakaran yang sebagian besar telah padam.