JAKARTA - Prancis dan Inggris mengusulkan gencatan senjata parsial selama satu bulan antara Rusia dan Ukraina yang tidak mencakup pertempuran darat.
Hal ini disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada surat kabar harian Le Figaro sebagaimana dilansir Reuters, Senin, 3 Maret.
Macron mengatakan gencatan senjata tersebut akan mencakup serangan terhadap infrastruktur udara, laut, dan energi.
“Jika terjadi gencatan senjata, akan sangat sulit untuk memverifikasi bahwa (pertempuran) di sepanjang garis depan dihormati,” kata Macron kepada Le Figaro.
Macron berbicara dengan Le Figaro ketika ia terbang ke London untuk menghadiri pertemuan dengan para pemimpin Eropa, yang digelar Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk mendorong upaya penyusunan rencana perdamaian Ukraina.
KTT di London digelar dua hari setelah pertemuan Gedung Putih Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan Presiden AS Donald Trump berakhir dengan perdebatan sengit.
Para pemimpin dunia telah menunjukkan dukungan yang kuat kepada pemimpin Ukraina tersebut dan berjanji untuk berbuat lebih banyak untuk membantu negaranya.
Berdasarkan proposal Prancis-Inggris, pasukan darat Eropa hanya akan dikerahkan ke Ukraina pada tahap kedua, kata Macron.
“Tidak akan ada pasukan Eropa di tanah Ukraina dalam beberapa minggu mendatang,” Le Figaro mengutip pernyataan Macron.
“Pertanyaannya adalah bagaimana kita menggunakan waktu ini untuk mencoba mencapai gencatan senjata, dengan negosiasi yang akan memakan waktu beberapa minggu dan kemudian, setelah perdamaian ditandatangani, pengerahan (pasukan),” sambung Presiden Prancis.
BACA JUGA:
Zelenskyy saat ditanya apakah dia mengetahui rencana tersebut, mengatakan kepada wartawan di London: "Saya mengetahui segalanya."
Macron mengatakan negaranya dan negara-negara Eropa lainnya harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk pertahanan.
Dia mengatakan kepada Le Figaro, hal ini mungkin berarti sekitar 3% hingga 3,5% dari produk domestik bruto.
Komisi Eropa menurut Macron juga perlu lebih inovatif dalam mendanai belanja pertahanan.