Bagikan:

YOGYAKARTA - Kabar politik negara Filipina sedang panas-panasnya dan menjadi perbincangan menari. DPR Filipina menyetujui mosi pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte dari jabatannya. Seperti apa profil Sara Duterte dan latar belakangnya?

Mosi terhadap Sara Duterte disetujui oleh 215 anggota parlemen tersebut berbagai tuduhan. Sara Duterte dituduh melakukan tindak pidana korupsi hingga dugaan perencanaan pembunuhan terhadap Presiden Marcos Jr, Ketua DPR Martin Romualdez, dan Ibu Negara Liza Marcos. 

Meskipun sudah dimakzulkan, namun jabatan wakil presiden baru akan dicopot secara resmi pada sidang Senat mendatang. Sebanyak dua pertiga dari anggota parlemen telah menyetujui permakzulan. Menarik untuk mengenai profil Sara Duterte dan sepak terjangnya. 

Profil Sara Duterte 

Berdasarkan informasi dari laman resmi Pemerintah Filipina, Sara Zimmerman Duterte saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden sekaligus Menteri Pendidikan di Filipina. Di negara tersebut, dia dikenal dengan nama panggilan Inday Sara. Dalam bahasa Visayan, "Inday" berarti tercinta.

Sara adalah anak kedua dari Rodrigo Roa Duterte, Presiden ke-16 Filipina. Ibunya, Elizabeth Zimmerman Duterte, merupakan mantan pramugari sekaligus guru. Sara menyelesaikan pendidikan Sarjana Sains di San Pedro College, Kota Davao.

Selain itu, ia juga memperoleh gelar Juris Doctor dari San Sebastian College di Manila. Sara merupakan lulusan Sekolah Staf Komando dan Staf Umum Angkatan Bersenjata Filipina pada tahun 2011. Dalam kehidupan pribadi, Sara menikah dengan Reyes Carpio, seorang pengacara, dan punya tiga anak bernama Shark, Stingray, dan Stonefish.

Karier politik Sara Duterte 

Latar belakang keluarga Sara yang aktif dalam politik dan pelayanan publik memberikan pengaruh besar terhadap keputusannya untuk mengikuti jejak kedua orang tuanya. 

Karier politik Sara dimulai ketika ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Davao pada periode 2007-2010. Meskipun tergolong baru di dunia politik, Sara berhasil membawa perubahan berarti selama masa jabatannya.

Salah satu program utama yang ia usung saat itu adalah "Inday Para sa Barangay", sebuah pendekatan untuk memastikan pemerintahan memberikan pelayanan langsung ke 182 kecamatan di Davao setiap tahunnya.

Sebagai Wakil Wali Kota, Sara juga memperkenalkan slogan "Davao Life is Here". Slogan ini berperan besar dalam meningkatkan citra Davao sebagai kota yang maju dalam hal pemerintahan, investasi, dan pariwisata.

Pada 2010 hingga 2013, Sara menjabat sebagai Wali Kota Davao. Di bawah kepemimpinannya, Davao berkembang menjadi kota yang berpengaruh di wilayah Mindanao. 

Dalam kurun waktu tiga tahun, Kota Davao meraih 36 penghargaan dan pengakuan atas keberhasilannya dalam tata kelola pemerintahan, pariwisata, pelayanan kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengelolaan keuangan daerah.

Menjadi Wakil Presiden Filipina 

Sara Duterte sempat hengkang dari dunia politik dan memutuskan fokus bekerja sebagai pengacara. Hingga pada 2016, dia memutuskan kembali setelah terpilih sebagai wali kota Davao lagi. Pada 2022 saat musim pemilihan umum (pemilu), nama Sara dinobatkan sebagai calon presiden potensial karena disukai oleh sebagian besar pemilih.

Namun dia memutuskan untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Ferdinand Marcos Jr. Keduanya pun akhirnya berhasil memenangkan pemilu. Sayangnya, hubungan yang awalnya baik itu berubah diwarnai konflik. 

Perseteruan Sara dan Marcos salah satunya ditengarai karena sang Presiden memutuskan untuk mengawasi penggunaan dana diskresioner jutaan dollar AS oleh Sara. Selain itu, terjadi perbedaan pandangan antara Sara Duterte dengan Marcos terkait posisi Amerika Serikat dan China bagi Filipina.

Sara Duterte sempat meninggalkan dunia politik untuk fokus meniti karier sebagai pengacara. Namun pada 2016, ia kembali ke panggung politik setelah terpilih lagi sebagai Wali Kota Davao. Pada Pemilu 2022, Sara menjadi salah satu kandidat presiden potensial karena memiliki dukungan yang kuat dari mayoritas pemilih.

Meski begitu, Sara memilih mencalonkan diri sebagai wakil presiden mendampingi Ferdinand Marcos Jr. Pasangan ini akhirnya berhasil memenangkan pemilu. Sayangnya, hubungan yang awalnya harmonis kemudian berubah menjadi konflik.

Salah satu penyebab ketegangan antara Sara dan Marcos adalah keputusan sang presiden untuk mengawasi pengelolaan dana diskresioner bernilai jutaan dolar AS yang dikelola oleh Sara. Selain itu, perbedaan pandangan terkait hubungan Filipina dengan Amerika Serikat dan China turut memperburuk hubungan keduanya.

Demikianlah profil Sara Duterte Wakil Presiden Filipina yang dimakzulkan atas tuduhan dugaan korupsi dan rencana pembunuhan. Baca juga ribuan orang serukan pemakzulan Sara Duterte.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan info terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.