JAKARTA - Terduga militan Islam membunuh 40 petani dalam serangan terhadap komunitas Dumba di Negara Bagian Borno, Nigeria, pada Minggu.
Laporan awal menunjukkan para petani tersesat di luar koridor keamanan yang dibuat oleh militer, memasuki daerah yang terkenal dengan aktivitas pemberontak dan dipenuhi ranjau darat, kata komisaris informasi negara Usman Tar.
Dilansir Reuters, Senin, 13 Januari, para militan tersebut diyakini berasal dari kelompok bersenjata Boko Haram dan cabangnya Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP), yang telah lama melancarkan pemberontakan di timur laut Nigeria.
Pasukan keamanan sedang mencari petani yang lolos dari serangan itu.
BACA JUGA:
Angkatan udara Nigeria sedang menyelidiki laporan mengenai korban sipil dalam serangan udara akhir pekan yang menargetkan geng-geng bersenjata.
Tentara dan angkatan udara semakin banyak menggunakan serangan udara terhadap ancaman yang semakin besar di wilayah barat laut dan tengah yang ditimbulkan oleh kelompok kriminal bersenjata.
Kelompok bandit membunuh penduduk desa dan melakukan penculikan massal.
Juru bicara Angkatan Udara Nigeria (NAF) Marsekal Udara Olusola Akinboyewa mengatakan pada Minggu, 12 Januari malam, serangan udara di negara bagian Zamfara di barat laut pada Sabtu, 11 Januari menargetkan bandit.
Angkatan udara saat itu berhasil menyelamatkan korban yang diculik.
Namun warga mengatakan kepada Reuters, dilaporkan 15 warga sipil, termasuk penjaga keamanan setempat, tewas.