Bagikan:

JABAR - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) mengerahkan sebanyak 500 orang personel ke Kabupaten Sumedang untuk membantu proses evakuasi warga terdampak gempa bumi di daerah itu.

“Pascabencana ini memang kita lakukan penanganan, mengutamakan keselamatan jiwa. Nah, sehingga memang kita melaksanakan pemetaan terkait dengan korban-korban yang terdampak,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo di Sumedang, Jabar, Kamis 3 Januari, disitat Antara.

Dia menambahkan, pihaknya telah mengintensifkan patroli blue light atau menyalakan lampu biru di sejumlah wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sumedang, sebagai salah satu upaya mengantisipasi kejahatan saat terjadi gempa.

“Ada patroli blue light yang dipersiapkan sehingga area-area yang terdampak dilaksanakan patroli yang akan menjangkau wilayah-wilayah tersebut,” kata dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan Polda Jabar bersama pemangku kepentingan juga telah menyiagakan petugas untuk melakukan penyelamatan warga jika sewaktu-waktu terjadi kembali bencana.

“Karena memang personel polisi yang kita turunkan ini dilengkapi dengan kompetensi untuk penanganan bencana, kemudian juga peralatan-peralatan pendukung. Termasuk juga dari kesehatan yang memang membutuhkan apabila dibutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan pihaknya terus melakukan pengecekan terkait perkembangan terbaru setelah kejadian gempa bumi berkekuatan magnitudo 4.8 yang merusak sejumlah rumah warga dan juga fasilitas umum seperti rumah sakit.

Pemkab Sumedang, kata dia, akan memperhatikan semua kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi, termasuk masalah kebutuhan pangan setiap harinya.

"Dipastikan warga masyarakat bisa makan tiga kali dalam satu hari dan kebutuhan semuanya kita akan cukupi,"