JAKARTA - Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyebut serapan APBD 2023 mencapai 97 persen. Hal tersebut diklaim sesuai dengan target program kerja.
Meski begitu, masih ada sejumlah masalah yang belum tuntas. Tak heran, pada 2024 Bey meminta jajaran Pemprov Jabar agar terus mengejar ketertinggalan, seperti permasalahan sampah dan transportasi.
Sebut saja pelaksanaan groundbreaking TPPAS Legoknangka, TPPAS Lulut Nambo, proyek LRT menjadi target berikut untuk dikejar.
Adapun kereta api diesel (KRD) yang menghubungkan wilayah Bandung Raya meliputi utara, selatan, barat, dan timur ke depan rencananya dapat ditingkatkan menjadi kereta listrik (KRL).
"Rapat pimpinan (rapim) evaluasi akhir tahun dan target realisasi. Serapan APBD sesuai dengan prediksi 97 persen."
BACA JUGA:
"Tahun depan, saya minta semuanya kerja lebih cepat lagi terutama dalam mengejar beberapa ketertinggalan seperti sampah dan transportasi."
"KRD jadi KRL semoga bisa tercapai. BRT (bus rapid transit) masih berjalan, tapi tetap BRT harus didukung oleh LRT (light rail train) dan commuter line," ujar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung.
Tak hanya itu, Masjid Raya Jawa Barat Al-Jabbar juga masuk rencana pembenahan tahun depan. Begitu juga dengan kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) yang baru diresmikan pekan lalu. Bey berharap kawasan-kawasan tersebut bisa menjadi ikon terbaru Kota Bandung dan Jawa Barat.
"Jadi, Masjid Raya Al Jabbar akan ditata terutama pagar, penertiban PKL, odong-odong akan ditertibkan rutenya."
"Saya minta ada kegiatan seni di situ (Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat) setiap minggu atau setiap weekend. Baru kita tunjukkan kita bisa mengatur PKL, parkir, dan kebersihan," tutur Bey.