Debat Pilkada Makassar: Saat Klaim Keberhasilan ‘Makassar Juara Ekonomi’ Danny Pomanto Dipertanyakan 3 Pesaingnya
Empat pasangan calon di Pilkada Makassar

Bagikan:

JAKARTA - Pasangan calon nomor urut 1  Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi kembali mengklaim keberhasilan di bidang ekonomi saat memimpin Makassar. Klaim ini dipaparkan saat Danny Pomanto ditanyakan mengenai penguatan ekonomi terkait transaksi online yang bergeliat di rumah tangga produktif.

“Itu tandanya Makassar setelah 5 tahun, Makassar selalu menjadi juara pertumbuhan ekonomi dan juara pengendalian tingkat infllasi. Keadaan digitalisasi ekonomi tidak terlalu sulit lagi, rumah tangga dengan start-up start-upnya yang akan insyaallah akan kita perkuat permodalan. Kita siapkan milenial yang akan menopang ke depan, milenial dengan program ADAMA,” kata Danny Pomanto dalam debat Pilkada Makassar yang disiarkan Youtube KPU Makassar, Selasa, 24 November.

Program ekonomi nantinya dijanjikan Danny Pomanto akan menciptakan start-up dari rumah, tempat kos bagi milenial.

“Ini perkembangan baru, yang saya tahu Makassar perdagangan cukup kuat dari bahan baku berasal dari pelabuhan memberi pertumbuhan ekonomi cukup baik. Setelah kami selesai menjabat, pertumbuhan ekonomi Makassar 8,4 persen,” kata Danny Pomanto yang pernah menjabat Wali Kota Makassar ini.

Paslon nomor urut 2 Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando lantas mempertanyakan klaim Danny Pomanto. Penjelasan Danny Pomanto disebut tak tepat.

“Ini yang disampaikan oleh panelis, keberhasilan rumah tangga produktif, untuk berdagang online. Kenapa Pak Danny klaim sebagai keberhasilan pemerintah yang lalu? Ini lucu juga. Saya kira Pak Danny harus bapak jelaskan bagaimana ke depan menindaklanjuti sehingga ekonomi produktif di level bawah yang kita sebut UMKM bisa lebih maju dengan kebijakan pemerintah. Tetapi ini dilakukan sendiri rumah tangga produktif tidak terkait kebijakan pemerintah,” kata calon wakil wali kota Makassar Abdul Rahman Bando.

Klaim Danny Pomanto juga ditanggapi pasangan calon nomor urut 3 Syamsu Rizal (Deng Ical)-Fadli Ananda (DILAN). Dari fakta yang ditemukan di lapangan, perhatian pemerintah terhadap pengembangan bisnis start-up masih minim.

“Menarik mengenai ekonomi kreatif, saat pernah bertemu barista, tidak  ada pemerintah hadir membantu mereka dalam mengembangkan bisnis mereka. Kapster mereka mengeluhkan di mana posisi pemerintah untuk bisa mengembangkan potensi, banyak start-up tapi tidak dapat mendapatkan perhatian pemerntah,” kata calon wakil wali kota Fadli Ananda.

Sementara, pasangan calon nomor urut 4  Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Nurdin Halid mengoreksi klaim Danny Pomanto. 

“Saya tertarik menganalisis pertumbuhan ekonomi yang 8 persen di tahun 2017, memang (era) Pak Danny tapi gini rasio 0,4 berarti 8 persen hanya dikuasai oleh 4 persen. Tidak bisa kita klaim itu, konsumsi rumah tangga hanya 4 persen pak. Saya tidak senang dengan angka ini, sebagai warga mengerti terhadap rasio pertumbuhuhan ekonomi dan rasio gininya maka ini merugikan masyarakat Kota Makassar,” tegas None Limpo. 

Mendapat ‘serangan’ dari 3 paslon di Pilkada Makassar, Danny Pomanto balik menyebut Abdul Rahman Bando kebingungan soal pola start-up.

“Pak Rahman kelihatannya agak bingung tentang start-up, smart city. Saya kan bilang tadi data ini memberi tanda-tanda kita akan memperkuat start-up start-up karena ibu rumah tangga dengan online sangat dekat. Kalau bapak bingung beralasan karena visi bapak tidak ada smart city,” kata Danny Pomanto dalam debat Pilkada Makassar. 

Soal Irman ‘None’ Limpo, Danny Pomanto juga memberi penjelasan. Dia berbicara soal angka-angka.

“Empat persen meletus pak. Terakhir saya dapat penghargaan presiden 0,35 pasti bukan omong kosong karena presiden kasih saya langsung. Itu langsung tiba-tiba diumumkan pengendalian inflasi terbaik adalah kota Makassar, saya diberikan. Gini rasio diukur di provinsi, kami ukur di kota terakhir 0,35, artinya kami berhasil mempersempit gini rasio,” katanya.