Pengakuan Pemprov DKI soal Drainase Vertikal yang Tak Solutif Atasi Banjir

Pengakuan Pemprov DKI soal Drainase Vertikal yang Tak Solutif Atasi Banjir

Satgas Pasukan Kuning Atasi Genangan Air di Kebayoran Lama (Twitter/@@BinaMargaDKI)

Bagikan:

JAKARTA - Musim hujan tahun 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menggadang-gadang pembuatan sumur resapan atau drainase vertikal untuk mengatasi air hujan tidak tergenang lama yang mengakibatkan banjir. Namun, sumur resapan ternyata bukan solusi utama penanggulangan banjir. 

Pembuatan sumur resapan sampai saat ini masih terus dilakukan oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Penerangan dan Energi (PE) dan Dinas Bina Marga.

Sepanjang 2019, Dinas PE menargetkan pembuatan 1.330 sumur resapan. Namun, hingga saat ini pengerjaan masih sekitar 500 buah. 

"Kita baru mulai bisa kerja di bulan Oktober, arena baru selesai proses lelang di Oktober. Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi yang kita kerjakan," ucap Plt Kepala Dinas PE DKI Ricki Marojahan kepada VOI, Kamis, 19 Desember. 

Menurut Ricki, tujuan utama pembuatan sumur resapan bukanlah menanggulangi banjir. Kata dia, sumur resapan memiliki tujuan utama untuk konservasi air tanah. Nah, penanggulangan banjir hanyalah bonus dari pembuatan drainase itu. 

"Memang, fungsi utamanya itu konservasi air tanah. Kedua memang kita harapkan dengan adanya genangan, bisa cepat terserap. Tapi bonusnya untuk mempercepat resapan air ke tanah," kata Ricki.

 

Ricki bilang, sumur resapan baru bisa benar-benar menjadi solusi Pemprov DKI menanggulangi banjir jika jumlahnya banyak. Hitungannya, mencapai lebih dari satu juta sumur resapan. 

"Makanya, masyarakat juga mesti partisipasi terlibat membuat sumur resapan sendiri," cetusnya. 

Senada, Kepala Dinas SDA Juaini juga mengakui bahwa Pemprov DKI tak bisa hanya mengandalkan sumur resapan untuk menanggulangi banjir. 

Kata Juaini, solusi lain penanggulangan banjir adalah pembersihan saluran air. Buktinya, di beberapa lokasi yang terdapat sumur resapan ternyata masih ada genangan akibat hujan beberapa hari lalu. 

"Drainase vertikal memang untuk mengurangi jumlah air di dadan jalan di permukaan supaya bisa nyimpen juga, ga langsung lari ke jalan atau saluran. Tapi, karena di saluran banyak kabel utilitas, ganggu proses masuknya air ke saluran," jelas dia. 

Sampai saat ini, pembuatan sumur resapan yang dipegang oleh Dinas SDA sudah mencapai 1.020 buah. Jumlah ini melebihi target awal yakni seribu buah. 

"Kita masih terus tambah drainase karena emang dari rencana 1 jutaan kita belum full semua. Jadi di awal tahun kita lanjutin lagi pembuatan drainase vertical," tutur Juaini. 

Sebagai informasi, pada 11 November 2018, Anies pernah mengemukakan pandangan dalam mengentaskan masalah banjir. Menurut dia, solusinya hanya cukup dengan mengembalikan air hujan masuk kembali ke tanah, atau membuat resapan.

Maka, Anies Berencana untuk segera membuat tanah resapan dengan mengajak warga DKI di tiap wilayah bisa menyediakan tanah yang siap menyerap air hujan.

"Jika setiap kita memasukan air hujan ke dalam lubang di rumah tanah kita, maka kita tak mengirimkan air hujan keluar dan Insyaallah tak menghasilkan banjir. Maka itu saya mengajak semua ikut gerakan ini kita ingin membangun secara masif sumur sumur drainase vertikal di rumah rumah kita," tutur Anies.