Adian Dibawa Kembali ke Jakarta untuk Jalani Perawatan

Adian Dibawa Kembali ke Jakarta untuk Jalani Perawatan

Adian Napitupulu (Twitter @adianna70fans)

Bagikan:

JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu. Mantan aktivis mahasiswa 98 ini dikabarkan kolaps saat berada dalam penerbangan Jakarta-Palangka Raya, Kalimantan Tengah, saat menjalankan tugasnya sebagai anggota Komisi I DPR RI.

Kebenaran kabar ini sudah dikonfirmasi kepada rekan satu partai sang politikus, Rudianto Tjen, saat dihubungi pada Kamis 19 Desember. Dari informasi yang beredar di kalangan awak media, Adian memang memiliki riwayat penyakit jantung. Dia akhirnya kolaps karena kelelahan.

Anggota DPR dari F-PDIP, Rudianto Tjen, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku sedang bersama Adian menempuh perjalanan ke Palangka Raya dalam rangka kunjungan kerja.

Kondisi Adian saat ini, kata Rudi, sudah membaik. Ia sempat mendapatkan pertolongan pertama dari awak kabin pesawat dan penumpang yang kebetulan berprofesi sebagai dokter.

Setelah pesawat mendarat di Palangka Raya, lanjutnya, Adian langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Rumah sakit itu akhirnya merujuk Adian ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk diberikan perawatan intensif.

"Dan sekarang sudah mulai pulih," ucap Tjen.

Dihubungi terpisah, Politikus PDIP Eva Sundari membenarkan bahwa kolapsnya Adian karena masalah penyakit jantung yang dideritanya. Adian akan menjalani perawatan di Jakarta.

"Betul, sakit jantung. Info Pak Sekjen (Hasto Kristiyanto), jam 13.00 ini rencananya akan dibawa ke Jakarta dengan pesawat charter," kata Eva, kepada VOI.

Adian sudah pasang lima ring di jantung

Adian pernah mengungkap di jantungnya sudah tertanam lima buah ring. Karena alasan ini pula, saat mendapat tawaran menjadi menteri di Kabinet I Indonesia Maju Jokowi periode kedua, Adian enggan menerimanya.

"Saya enggak kuat jadi menteri kalau presidennya Jokowi, capeknya ampun bos," ujar Adian Napitupulu saat ditemui usai acara Halal Bihalal bersama aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Ahad, 16 Juni, seperti dikutip dari Tempo.co.

Menurut Adian, untuk jadi menteri, dia paling tidak harus memiliki setengah energi Jokowi. "Kalau saya, ring jantung aja udah lima, enggak kuat ngikutin jalannya Pak Jokowi," ujarnya.

Sementara itu. Eva selaku rekan kerja berpendapat, kalau rokok bisa jadi kemungkinan terbesar Adian mengalami kolaps saat diperjalanan dalam rangka tugas tersebut.

Sosok Adian dikenal sebagai politikus yang nyentrik dengan gaya santai. Kerap berpakaian sederhana, dan bergaya seperti anak muda indie yang identik dengan jeans, kopi, dan rokok.

 

Tag: politik