Permintaan SBY untuk Tidak Membebani Jokowi dalam Pemerintahan

Permintaan SBY untuk Tidak Membebani Jokowi dalam Pemerintahan

Refleksi Tahunan Partai Demokrat (Mery Handayani/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan agar tak ada yang membebani pemerintahan Joko Widodo saat ini dengan berbagai isu lain. Mengingat persoalan di bidang ekonomi saat ini sedang dialami oleh Jokowi dan jajaran pemerintahan.

Presiden ke-6 ini menilai, di awal-awal masa pemerintahan Jokowi saat ini cukup berat. Karena itu, untuk menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi ini, pemerintah memerlukan stabilitas di bidang lain. Misalnya politik dan sosial.

"Janganlah dibebani dengan masalah-masalah lain yang tidak perlu. Pemerintah memerlukan stabilitas sosial dan stabilitas politik, agar pembangunan ekonomi berhasil dengan baik," kata SBY dalam Refleksi Pergantian Tahun, Indonesia Tahun 2020: Peluang, Tantangan dan Harapan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Desember.

Meski tantangan ekonomi untuk pemerintah ini cukup berat, katanya, sebagai masyarakat serta partai politik tentu harus terus bersikap optimis. SBY juga mengaku percaya, jika didukung oleh semua pihak, maka Jokowi mampu menyelesaikan semua persoalan besar di bidang ekonomi ini.

"Mari kita berikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjalankan misinya," tuturnya.

SBY mengaku, meski dirinya tidak ingin pemerintah dibebani dengan berbagai isu lain di luar persoalan ekonomi. Namun, demokrasi dan kebebasan hingga kedaulatan rakyat tetap dianggap sebagai sesuatu yang penting.

"Demokrasi atau ekonomi. Kebebasan atau keamanan. Kita telah membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dapat kita lakukan dengan baik, tanpa meminggirkan demokrasi, kebebasan dan kedaulatan rakyat," jelasnya.

Refleksi tahunan Partai Demokrat (Mery Handayani/VOI)

 

APBN Bisa Sumbang Pertumbuhan Ekonomi

SBY berharap agar belanja pemerintah yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi negara. Apalagi, jika mengingat saat ini laju pertumbuhan ekonomi memang tengah melambat.

Menurut SBY, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya demi meningkatkan perekonomian negara. "Kita tahu bahwa belanja pemerintah (government expenditure) adalah komponen penting dalam pertumbuhan," ucapnya.

Mantan Menkopolhukam era Megawati ini mengatakan, pihaknya melihat secara nyata bahwa ada ruang fiskal yang bisa dijadikan celah untuk menutup laju pertumbuhan ekonomi ini. Hanya saja, untuk hal ini pemerintah harus lebih cerdas dan tepat dalam mengalokasikan pemebelanjaan.

Celah-celah tersebut, kata SBY, misalnya dari sektor industri yakni industri manufaktur yang berbasis di bidang pertanian hingga sumber daya mineral. Bahkan, sektor perdagangan, konstruksi hingga pariwisata juga bisa membantu meningkatkan laju ekonomi ini.

"Sebenarnya, banyak jalan menuju Roma," tuturnya.

Di sisi lain, SBY juga memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo yang ingin keluar dari jebakan penghasilan menengah pada 2045 mendatang. Untuk mencapi target tersebut tentunya perlu pertumbuhan ekonomi yang tinggi mulai saat ini.

"Pengalaman menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 6 persen setahun, akan membuat pendapatan perkapita naik dua kali lipat dalam 10 tahun. Insya Allah Indonesia bisa," jelasnya.