Keterlibatan Oknum TNI dalam Peredaran Narkotika
Ilustrasi narkoba (Pixabay)

Bagikan:

 

JAKARTA - Jerat narkoba seakan tak terbendung. Berulang kali penindakan dilakukan, namun tak banyak berpengaruh pada peredaran barang haram itu. Bukan hanya warga sipil yang terjerembab, aparat pun menjadi korban keganasan narkotika.

Bukan rahasia lagi jika beberapa oknum polisi terlibat dalam peredaran narkotika. Namun kali ini, yang kedapatan masuk ke lubang hitam narkoba adalah dua anggota TNI. Sehingga, mereka harus berurusan dengan hukum pidana.

Kabid Humas Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, penangkapan kedua oknum TNI merupakan pengembangan Pomdam Jaya (Polisi Militer Kodam) atas kasus narkoba yang melibatkan oknum TNI lainnya.

Sehingga, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pun dilibatkan untuk mengungkap dan mendampingi penangkapan orang-orang yang terlibat. Yang kemudian,  lima orang ditangkap di salah satu unit Apartemen Legata Tower London, Jakarta Utara, Selasa, 10 Desember.

"Pomdam di-back up narkoba Polda Metro Jaya menemukan lima orang pelaku, dua di antaranya adalah oknum TNI, yang tiga lainnya warga sipil," ucap Yusri saat dikonfirmasi, VOI.

Meski telah menangkap dua oknum TNI tersebut, Yusri enggan menjabarkan identitas kedua tentara itu. Alasannya, penyelesaian perkara tersebut telah diserahkan ke Pomdam. Sehingga, pihaknya disebut tak memiliki wewenang untuk menjelaskan.

Hanya saja, untuk tiga warga sipil yang ikut ditangkap, proses perkaranya langsung ditangani oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Saat ini, MHW, RO, dan LH masih menjalani pemeriksaan intensif.

Walaupun irit berbicara mengenai identitas dua oknum TNI, Yusri menuturkan, pada saat proses penggerebekan ada salah satu oknum tentara yang nekat melompat dari balkon unit apartemen lantai 3. Diduga aksi nekat itu dilakukan lantaran ia dilanda rasa takut yang amat sangat.

Sayang beribu sayang, belum ada keterangan soal identitas oknum TNI yang nekat loncat dari unit apartemen tersebut. Meski demikian, berdasarkan data dan infomasi yang dihimpun, dia adalah Kopda H. Akibat dari aksi nekatnya, Kopda H mengalami luka patah tangan dan tulang rusuk dan kini  harus dirawat di RSPAD, Jakarta Pusat.

"Mengenai oknum TNI silahkan langsung saja ke POM ya. Polda Metro hanya mendampingi saat kegiatan itu berlangsung," kata Yusri.