Pengakuan Corriere dello Sport Soal Kasus 'Black Friday'

Pengakuan Corriere dello Sport Soal Kasus 'Black Friday'

Pemain AS Roma, Chris Smalling yang menjadi korban rasialisme Corriere dello Sport (Twitter @chrissmalling)

Bagikan:

JAKARTA - Corriere dello Sport mengaku jadi korban "hukuman mati tanpa pengadilan" (lynching) atas tajuk kontroversial "Black Friday" yang dipermasalahkan klub AS Roma. Editor Ivan Zazzaroni menegaskan, beberapa klub telah menyatakan dukungannya terhadap surat kabar mereka.

Publikasi olahraga Italia ini memicu kemarahan publik ketika menggunakan istilah "Black Friday" di halaman depan edisi Kamis kemarin untuk melengkapi foto Romelu Lukaku (Inter Milan) dan Chris Smalling (Roma). Mantan rekan satu tim di Manchester United ini akan saling berhadapan di pertandingan Serie A hari Jumat.

Melansir Football Italia, striker Inter Lukaku menyebut headline tersebut sebagai judul "terbodoh" yang pernah dilihatnya dan Smalling menyebutnya "sangat tidak sensitif".

Tetapi setelah muncul di media sosial dan menimbulkan sejumlah kritikan, Corriere menyatakan "tidak bersalah" dan menolak untuk melembek pada edisi berikutnya.

Judul utama Jumat berbunyi: "Rasis kepada siapa? lynching kepada sebuah surat kabar yang telah membela kebebasan dan kesetaraan selama satu abad".

Halaman depan juga memuat kolase tajuk berita masa lalu yang mengutuk rasisme dan tajuk rencana dari Zazzaroni yang menegaskan "Black Friday" dimaksudkan sebagai perayaan keragaman.

Namun, baik Roma maupun Inter Milan terlanjur merespons headline tersebut dengan melarang Corriere berbicara kepada para pemain mereka dan menghadiri sesi latihan untuk sisa tahun 2019.

Dalam sebuah penampilannya di Telelombardia, Zazzaroni mengatakan: "Klub-klub lain telah menyatakan solidaritas kepada Corriere. Saya tidak harus membenarkan diri saya sendiri. Di surat kabar kami melakukan banyak artikel tentang perang melawan rasisme.

"Berita utama itu telah dijelaskan dan diklarifikasi. Itu adalah permainan kata-kata pada dua juara anti-rasialisme."

Kontroversi rasialisme telah mengganggu sepak bola Italia musim ini. Lukaku dan Mario Balotelli (Brescia) secara terpisah menjadi sasaran ejekan dari pendukung selama pertandingan pada bulan September dan November.

Klub-klub Serie A baru-baru ini menandatangani surat terbuka yang berisi ikrar mereka terhadap pembahasan masalah rasisme dalam pertandingan di Italia. Mereka juga mengkritik otoritas sepak bola Italia karena tidak berbuat cukup untuk menghukum pelaku rasialisme pada pertandingan.