Tren Mukbang dan Konten Termudah di YouTube

Tren <i>Mukbang</i> dan Konten Termudah di YouTube

Charna Rowley YouTuber dengan konten Mukbang (Instagram)

Bagikan:

JAKARTA - Beberapa tahun belakang, hallyu wave kembali merebak ke mancanegara. Tidak hanya dari segi hiburan, tetapi istilah-istilah slang yang sering dipakai di Korea Selatan jadi sering digunakan. Apakah Anda pernah mendengar seorang teman berkata “Annyeonghaseyo” ketika menyapa anda? 

Salah satu kata populer itu adalah Mukbang. Mukbang adalah gabungan dua kata Meokneun (Makan) dan Bangsu (Siaran). Istilah ini mulai dikenal di awal tahun 2010. Saat itu, aktivitas Mukbang dilakukan di situs layanan streaming yang mulai merebak di Korea Selatan. Ada Afreeca, Youtube, dan Twitch yang menjadi populer sebagai layanan streaming.

Istilah Mukbang dilakukan ketika seseorang merekam secara langsung dirinya yang mengonsumsi berbagai jenis makanan mulai dari makanan seafood hidup sampai junkfood dalam porsi tidak sedikit. Mukbang kemudian menjadi ladang penghasil pundi uang dengan mudah. Bahkan ada beberapa artis Korea yang menjadi Broadcast Jockey (BJ), salah satunya Ellin Crayon Pop.

Baru-baru ini, Charna Rowley, youtuber asal Inggris mengklaim dirinya sebagai bintang Mukbang pertama di UK (United Kingdom). Rowley yang berumur 22 tahun memutuskan mundur dari pekerjaannya dan fokus membuat konten merekam dirinya di situs Youtube. Rowley ingin dirinya menjadi bintang Mukbang pertama di Inggris.

Ia menjadi konsisten dalam merekam videonya dalam sebulan belakangan ini. Video Youtubenya berisi dirinya yang memakan makanan dalam porsi banyak. Tidak jarang, Rowley mengajak pacarnya untuk ikut di dalam video.

Sayangnya, tidak banyak yang tahu bahwa Mukbang lebih diasosiasikan dengan merekam secara langsung dibandingkan mengunggah langsung. Dari asalnya sendiri, kebanyakan BJ membuka streaming dan membiarkan penonton menyaksikan secara langsung aksinya memakan sesuatu. Tetapi, arti itu semakin bergeser seiring berkembangnya teknologi.

Rowley mengatakan “Saya hanya menunjukkan betapa percaya diri-nya saya - Saya mungkin memiliki sesuatu yang terselip di gigi atau sekitar mulut saya tetapi orang suka betapa lucunya saya.”

Meskipun begitu, ada komentar negatif yang seringkali menghampiri kanal Youtube Rowley. “Saya memiliki satu (komentar) yang negatif, mengatakan betapa gendutnya saya, saya bisa menjadi cantik jika saya tidak mencoba makan dengan banyak tapi saya tidak menjawabnya.” jelas Rowley yang menikmati adsense dari video yang dibuatnya.

Selama ini Rowleh telah membuat 2,5 jam video Mukbang per minggu di kanal YouTube miliknya dan sejauh ini telah menghabiskan uang £1,000 atau Rp18 juta untuk mendanai pembuatan video mukbangnya itu. 

 

Dengan aktivitas Mukbang-nya, Rowley tetap menjaga kesehatan dengan rutin mendaftar empat sesi gym dalam seminggu untuk mengecek kesehatan badannya. Ia mengaku menunjukkan aksinya makan di depan kamera telah meningkatkan harga diri dan Rowley menikmati menerima permintaan dari pelanggan kanal Youtube-nya untuk makan apa.

Salah satu video yang menerima views banyak adalah ketika Ia melakukan Mukbang untuk makanan Cina yang dilakukan dengan home delivery. Video tersebut dilihat lebih dari 59 ribu sampai saat ini. Walaupun disebut berbahaya dikutip dari Metro UK, nyatanya fenomena Mukbang sepertinya tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

Orang-orang Kesepian

Mengutip dari Tirto.id, para ilmuwan sosial telah berlomba-lomba memberikan penjelasan mengapa mukbang jadi fenomena populer di kalangan milenial pecandu dunia maya. Jeff Yang, seorang kritikus kebudayaan dan wakil presiden senior di firma riset global Kantar Futures, memberikan pandangan uniknya pada Quartz, bahwa para pelaku dan penggemar mukbang sesungguhnya adalah orang-orang yang kesepian.

“Penyebabnya adalah kesepian orang-orang jomblo atau yang belum menikah, di samping aspek sosial yang melekat pada budaya makan di Korea,” katanya.

Budaya makan di Korea yang dimaksud oleh Yang adalah tradisi makan bersama dalam lingkup keluarga. Budaya ini lekat dengan masyarakat di Asia, termasuk Indonesia. Profesor Sung-hee Park dari Divisi Studi Media di Universitas Ewha berkata pada CNN bahwa kata “keluarga” dalam bahasa Korea artinya “mereka yang makan bersama”, sehingga tayangan mukbang punya arti khusus di hati penggemarnya.