Mengenal Lebih Jauh Granat Asap

Mengenal Lebih Jauh Granat Asap

Granat asap sebagai tanda pendaratan pesawat AU (Foto: US Air Force: www.af.mil)

Bagikan:

JAKARTA - Kapolda Metro Irjen Gatot Eddy Pramono memastikan ledakan di Monas berasal dari granat asap. Ledakan ini membuat dua orang terluka, Serka Fajar sama Praka Gunawan yang sekarang dirawat di RS Gatot Subroto.

"Ini adalah granat asap," kata Gatot saat konferensi pers di Monas, Selasa, 3 Desember

Polisi akan mencari tahu asal granat asap tersebut hingga berada di kawasan Monas itu. Sebab, granat itu ditemukan saat sejumlah anggota Garnisun Tetap 1/Jkt sedang melakukan olahraga pagi di Monas.

Polisi sudah melakukan sterilisasi dari lokasi ledakan. Tim dari Penjinak Bom (Jibom), Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) juga menggelar olah tempat kejadian perkara di sana. Namun, hasil pemeriksaan di lokasi belum dapat diungkapkan ke publik.

Olah tempat kejadian perkara ledakan Monas (Rizky Adytia Pramana/VOi)

Salah seorang saksi mata di lokasi melihat kepulan asap saat perisitwa terjadi. Saksi bernama Rifan, yang merupakan petugas kebersihan di Monas. Kala sedang bertugas, tiba-tiba dia melihat asap yang mencuat ke udara warnanya putih di salah sudut kompleks Monas.

Kata Rifan, itu mirip kepulan asap kebakaran. Namun, asap itu tak bertahan lama. Sebab, dia hanya melihat beberapa menit, setelah dia menghampirinya, asap itu hilang.

"Dari jauh saya lihat ada asap banyak. Tapi pas saya mendekat sudah enggak ada," kata dia.

Melansir dari wikipedia (Selasa, 3 Desember), granat asap biasa berbentuk tabung dan digunakan untuk perangkat persinyalan sebagai target atau penanda pendaratan. Granat ini berisi kalium klorat, laktosa dan pewarna dan saat digunakan akan memancarkan asap yang tebal. Warna umum adalah merah, kuning, hijau dan ungu, dan semuanya menggunakan pewarna yang sangat cerah untuk meningkatkan kemungkinan terlihat dari atas.

Untuk granat berasap putih, biasanya menggunakan hexachloroethane -zinc dan aluminium granular. Reaksi eksotermik dan meskipun tetap utuh, selubung granat asap akan tetap panas selama beberapa waktu bahkan setelah granat tidak lagi mengeluarkan asap. 

Meskipun granat asap modern dirancang untuk tidak secara langsung memancarkan api atau percikan api, granat itu tetap merupakan bahaya kebakaran dan mampu memicu vegetasi kering atau bahan yang mudah terbakar jika digunakan dengan ganas.

Sementara, jenis lain dari granat asap adalah variasi meledak. Granat ini diisi fosfor putih (WP), zat piroforik yang menyebar dengan cepat ke awan oleh muatan meledak internal. Sementara, fosfor putihnya akan menyala kuning cemerlang sambil menghasilkan asap putih. 

Jenis yang lain, yang sering digunakan adalah granat asap berwarna putih atau abu-abu. Granat ini biasa digunakan untuk menipu dan persembunyian.