Berbagai Persiapan Jelang Natal dan Tahun Baru 2020

Berbagai Persiapan Jelang Natal dan Tahun Baru 2020

Rapat kerja Kementerian Perhubungan dengan Komisi V DPR (Mery Handayani/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Jelang libur natal dan tahun baru DPR bersama pemerintah mulai mempersiapkan segala prasarana dan sarana pendukung baik infrastruktur, moda transportasi hingga tim pengamanan agar berjalan aman.

Wakil Ketua Komisi V Syarif Alkadrie mengatakan, pihaknya sudah menanyakan dan mengecek kesiapan masing-masing kementerian dan badan-badan bidang transportasi terutama PUPR. Sebab, hal ini berkaitan dengan jalan-jalan yang nantinya dilalui para mudik.

"Kita sudah lihat (kesiapannya) di atas 50 sampai 60 persen. Tapi tentu kita akan crosscheck lagi bagaimana supaya apa yang menjadi kekhawatiran tidak terjadi untuk nikmati tahun baru," jelasnya, saat dihubungi VOI, di Jakarta, Selasa, 3 Desember.

Syarif mengatakan, pihaknya tidak ingin ada hambatan. Terutama pada daerah-daerah padat, agar bisa berjalan dengan lancar. "Kita ingin zero accident supaya dalam keadaan siap. Mereka sudah siapkan baik skenarionya. Jangan sampai kemacetan seperti tahun-tahun lalu," katanya.

Di dalam rapat dengan Komisi V kemarin malam, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah penumpang arus mudik libur natal dan tahun baru 2020 mencapai 16,40 juta penumpang. Dari total keseluruhan moda transportasi umum terdapat penurunan sebesar 0,18 persen.

"Memang yang paling banyak naik darat. Karena memang jalan tol banyak bertambah kita prediksikan kira-kira empat sampai lima persen menjadi 16,40 juta. Yang lain-lain itu relatif rata udara mungkin turun sedikit," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Desember.

rapat kerja Kemenhub dengan Komisi V DPR (Mery Handayani/VOI)

 

Moda transportasi kereta api masih menjadi primadona para pemudik. Menurut Budi Karya, prediksi penumpang mencapai 5,91 juta penumpang atau meningkat 4,05 persen. Sedangkan, moda transportasi bus diprediksi mencapai 1,75 juta penumpang meningkat 3,55 persen. Sementara moda transportasi pesawat udara dipredikisi mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kenaikan harga tiket pesawat salah satu penyebab menurunnya jumlah penumpang.

"Jumlah penumpang pesawat diprediksi 5,28 juta menurun 8,4 persen," katanya.

Sementara itu, untuk mengatasi lonjakan harga tiket pesawat, Kemenhub berkoordinasi dengan Pertamina dan sejumlah maskapai untuk penyesuaian harga avtur. Penyesuaian harga tiket pesawat diprioritaskan penerbangan ke wilayah Indonesia bagian timur.

"Sehingga harga avtur di Indonesia bagian timur relatif lebih murah sehingga memungkinkan aviasi operator ini sudah menerbangi tempat-tempat yang jauh dan terpencil," tuturnya.

Budi menjelaskan, pihaknya menyiapkan 50.317 unit bus, 228 unit kapal roro, 495 unit pesawat, 1.293 kapal ferry, dan 1.866 rangkaian kereta. Menhub mengungkapkan persiapan mudik sudah mencapai 70 persen.

"Kita tinggal mengadakan dua pertemuan penting akhir minggu ini kita rapat koordinasi di kantor. Minggu depan kita dengan Kapolri seluruh jajaran di seluruh Indonesia," katanya.

Di samping itu, Budi menjelaskan, untuk libur natal dan tahun baru 2019 ini pihaknya bersama Jasamarga menyiapkan mudik gratis. Pendaftarannya online dibuka mulai 19 November hingga 19 Desember. Kemudian, 17 sampai 20 adalah rampcheck. Sedangkan pelepasan para pemudik digelar tanggal 21 Desember.

"35 bus dari Kemenhub dan 20 dari Jasamarga. Jakarta-Purwokerto lima bus. Jakarta-Semarang lima bus, Jakarta-Yogyakarta 10 bus, Jakarta-Solo 20 bus. Kemudian Jakarta-Boyolali tiga bus, Jakarta-Malang dua bus, Bali-Yogyakarta lima bus dan Bali-Surabaya lima bus," tuturnya.

Antisipasi Kemacetan

Budi menjelaskan, antisipasi kemacetan non-tol dengan mempersiapkan penerapan MRLL di titik simpang yang berpotensi mengalami kemacetan. Kemudian, pihaknya juga koordinasi dengan Pemda setempat, penempatan petugas di lapangan, menyiapkan perlengkapan jalan portable traffic cone maupun water barrier.

"Di perlintasan sebidang. Perbaikan permukaan jalan dan penempatan petugas pada perlintasan sebidang yang tidak berpintu. Pengendalian pengemudi sepeda motor, pengaturan rute sepeda motor melalui jalur aman atau selamat. Kemudian, di kawasan wisata pengaturan kantong-kantong parkir dan perambuan," jelasnya.

Sementara itu, penanganan kemacetan di pelabuhan penyeberangan Kemenhub melakukan pemetaan. Untuk dermaga utama dilakukan optimalisasi rekayasa lalin. Kemudian, disiapkan juga kantong-kantong parkir di luar dermaga

"Konektivitas CCTV dengan PT. ASDP Indonesia, Ferry (Persero). Koordinasi melalui telepon dan via data email dengan PT. ASDP Indonesia Ferry," tuturnya.

Kemudian, lanjut Budi, antisipasi kemacetan jalan tol juga dilakukan dibeberapa titik yakni pintu tol, variable message sign (VMS) dan SPBU & Rest Area di jalan tol.

"Optimalisasi pembukaan tol gate, sistem jemput bola, penambahan petugas lapangan, optmalisasi Gerbang Tol Otomatis (GTO). Kemudian, penempatan VMS pada titik awal Jakarta–Cikampek Elevated. Baik dari arah Jakarta maupun Cikampek. Akan diberlakukan sistem buka tutup apabila sudah terjadi kepadatan," katanya.

Ilustrasi kemacetan (Irvan Meidianto/VOI)

 

Pembatasan Operasional Truk

Kemenhub juga berencana memberlakukan pembatasan angkutan barang di jalan tol dan jalan nasional selama periode puncak angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Pembatasan ini dilakukan selama lima hari pada 20-21 Desember 2019, 25 Desember 2019, 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2020.

"Kami memang usaha lakukan upaya meningkatkan kualitas. Apa yang dilakukan di antaranya membatasi operasi mobil angkutan barang," katanya.

Pembatasan operasional kendaraan barang tersebut pada Rabu, 25 Desember 2019 atau hari Natal akan dilakukan di ruas Tol Cikampek-Jakarta (arah menuju Jakarta). Sementara pada waktu lainnya, pembatasan dilakukan meliputi di Ruas Tol Jakarta-Merak dua arah; Ruas tol Jakarta-Cikampek hanya arah ke Cikampek; Ruas tol Cikampek-Padalarang-Cileunyi cuma arah ke Purbaleunyi; Ruas tol Bawen-Salatiga dua arah; Ruas tol Prof.Soedyatmo tol Bandara dua arah; dan Ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dua arah.

Kemudian ruas jalan Pandaan-Malang hanya arah ke Malang; Ruas jalan Mojokerto-Caruban dua arah; Ruas jalan Probolinggo-Lumajang hanya arah ke Lumajang; Ruas jalan Denpasar-Gilimanuk hanya arah ke Denpasar; Ruas jalan Tegal-Purwokerto dua arah; Ruas jalan Medan-Berastagi Tanah Karo dua arah; dan Ruas Medan-Pematang Siantar dua arah.

Persiapan Personel

Kakorlantas Polri Irjen Istiono memprediksi puncak arus mudik saat Natal akan terjadi pada tanggal 21-22 dan 25 Desember 2019. Sedangkan untuk perayaan tahun baru 2020 terjadi pada 28-29 Desember 2019.

"Puncaknya untuk arus mudik sendiri saya prediksi tanggal 21-22, kemudian tanggal 25 itu sendiri, 28-29 juga itu. Ini akan kita prediksi terjadi kepadatan di sana," kata Istiono.

Istiono berujar, gelar pasukan akan dilaksanakan pada 20 Desember. Dalam rangka menjaga keamanan natal dan tahun baru, pihaknya akan menempatkan personel di titik-titik yang sudah ditentukan. Kurang-lebih 160.000 personel akan dikerahkan.

"Pasukan sudah harus masuk di titik-titik yang sudah kita tentukan di pelayanan publik. Semua jalur pengamanan di jalur kita, di semua lini kita akan lakukan," tuturnya.

Selain itu, pada Natal dan tahun baru kali ini, kata dia, ada sejumlah titik konsentrasi itu di daerah jalur tol, non-tol, area wisata, area ekonomi, tempat ibadah, pelabuhan, hingga bandara.