Dimulainya Invasi Amerika Serikat ke Irak

Dimulainya Invasi Amerika Serikat ke Irak

Sebuah bangunan di Singar, Irak (Levi Clancy/Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Hari ini, 19 Maret, 17 tahun lalu, tepatnya tahun 2003, Amerika Serikat (AS), bersama dengan pasukan koalisi, terutama Inggris memulai agresi melawan Irak. Mulainya perang ditandai dengan guncangan Ibu Kota Irak, Baghdad akibat ledakan yang dilancarkan pasukan Amerika Serikat. 

Setelah ledakan itu, Presiden AS George W. Bush menyampaikan pidato yang disiarkan televisi. Pidato itu ditujukan kepada seluruh warga AS. "Mulai saat ini, pasukan Amerika dan koalisi berada dalam tahap awal operasi militer untuk melucuti Irak, untuk membesarkan rakyatnya dan untuk membela dunia dari bahaya besar," kata Bush dikutip history.com.

Presiden Bush dan para penasihatnya berdalih, perang melawan Irak yang berada di bawah rezim Saddam Hussein dilakukan karena Irak memiliki atau setidaknya sedang dalam proses membangun senjata pemusnah massal. Permusuhan dimulai sekitar 90 menit setelah batas waktu yang ditentukan AS kepada Saddam Hussein untuk meninggalkan Irak.

Jika tidak, AS akan memerangi mereka. Target pertama yang diserang AS adalah basis-basis militer yang diserang dengan menggunakan rudal Tomahawk dari pesawat tempur dan kapal perang AS yang ditempatkan di Teluk Persia. 

"Orang-orang jahat, musuh-musuh Allah, tanah air dan kemanusiaan, telah melakukan kebodohan agresi terhadap tanah air dan rakyat kita," siar radio Republik Irak di Baghdad menanggapi serangan-serangan pasukan AS.

Dalam menghadapi perang itu, Presiden Iraq Saddam Hussein mulanya optimis. Pada awal Maret 2003, ia pernah bilang, "Tidak diragukan lagi bahwa orang beriman akan menang melawan agresi." Namun, setelah invasi AS semakin menjadi, Saddam Hussein segera bersembunyi dan hanya berbicara kepada rakyatnya menggunakan rekaman video, itu pun hanya sesekali.

Akhirnya, pasukan koalisi mampu menggulingkan rezim Saddam Hussein dan merebut kota-kota besar Irak hanya dalam waktu tiga minggu. Pada 1 Mei 2003, Bush mengumumkan berakhirnya operasi tempur besar-besaran pada 1 Mei 2003. Amerika menang.

Terlepas dari kekalahan pasukan Irak, pemberontakan masih tetap berlanjut secara bergerilya. Pemberontakan yang terjadi bertahun-tahun setelah militer AS mengumumkan kemenangannya tersebut mengakibatkan ribuan pasukan koalisi AS terbunuh. 

Meski perang telah usai, tentara AS tetap memburu Saddam Hussein dari persembunyiannya. Setelah sembilan bulan masa pencarian, pada 13 Desember 2003, Saddam Hussein berhasil dibekuk. Ia kedapatan bersembunyi di sebuah lubang kecil di kota asalnya, Tikrit. 

Saddam Hussein tak melawan dan terlihat pasrah ketika ditangkap. Ia kemudian ditangkap dan diadili dengan tuduhan kejahatan genosida terhadap rakyatnya pada Oktober 2005. Saddam digantung mati pada 30 Desember 2006. AS kemudian mengumumkan berakhirnya perang Irak pada 15 Desember 2011. Sampai detik ini, tudingan Bush tentang Irak yang menyimpan senjata pemusnah massal tak terbukti.