Menkes Terawan Bekali 238 WNI yang Diobservasi di Natuna, Sertifikat Kesehatan

Menkes Terawan Bekali 238 WNI yang Diobservasi di Natuna, Sertifikat Kesehatan

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Tachta Citra Elvira/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) yang menjalani masa observasi selama dua pekan di Natuna, karena kekhawatiran virus corona telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Kedatangan mereka disambut hangat pihak keluarga yang telah menunggu sedari pagi. 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, mengatakan para WNI tiba di Jakarta menggunakan tiga pesawat. Wanita dan anak-anak menumpang pesawat Boeing 737 sementara pria menumpang pesawat Hercules.

"Jadi saya tadi juga bersama-sama mereka satu pesawat. Jadi lunas sudah saya dulu yang menjemput pertama, sekarang yang nganter pulang dan dalam kondisi sehat," kata Menkes Terawan kepada awak media, Sabtu, 15 Februari.

Menkes Terawan juga mengatakan bahwa suasana pertemuan dengan keluarga di dalam Terminal Selatan Bandara Halim Perdana Kusuma sangat mengharukan. "Semua berbahagia, sangat mengharukan karena mereka semua merasa bahagia mau bertemu keluarganya di kampung dalam kondisi yang sangat sehat."

Lebih lanjut, Terawan menegaskan 238 WNI dari Wuhan dalam kondisi sehat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Kementerian Kesehatan juga membekali para WNI dengan sertifikat untuk membuktikan status kesehatannya.

"Seluruh WNI tersebut juga telah dilengkapi dengan hasil sertifikasi kesehatan dari hasil pemeriksaan oleh pemerintah. Mereka juga mendapatkan pemantauan selama masa observasi itu," jelas Terawan.

Kedatangan WNI yang telah menjalani masa observasi di Natuna juga ditemani oleh tim representatif World Health Organization (WHO). Mereka mengatakan bahwa langkah yang diambil pemerintah Indonesia sangat baik. Sebab menyangkut kesehatan warga negaranya yang ada di Wuhan, China. 

"Pemerintah Indonesia sudah sangat baik. Dalam menangani dan melayani mereka yang dievakuasi dari Tiongkok terkait Corona. Mereka telah melalui prosedur yang ditaati dengan baik. Maka bisa dipastikan peserta observasi ini sudah sehat" kata Dr. Paranietharan selaku WHO Representatif tim untuk Indonesia.