Selamat Hari Radio Sedunia dan Segala Lika liku Penemunya

Selamat Hari Radio Sedunia dan Segala Lika liku Penemunya

Ilustrasi Radio (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Tepat hari ini 13 Februari, seluruh dunia tengah merayakan hari Radio Dunia. Di mana sejak dulu, radio merupakan perangkat analog dalam berkomunikasi atau menyampaikan informasi. 

Meski zaman telah berubah digital, penggunaan radio masih tetap digunakan di setiap sudut dunia. Berbagai organisasi nasional dan internasional pun turut melakukan beberapa program menyambut hari ini.

Peringatan Hari Radio Sedunia ini telah lama dilakukan oleh UNESCO, mengingat betapa pentingnya media radio. World Radio Day menyoroti kekuatan unik radio yang menghubungkan kehidupan dan menyatukan orang-orang dari seluruh dunia.

Radio and Diversity merupakan tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini. Tema itu menyoroti nilai khusus dari penggunaan radio di era revolusi media yang kini telah berkembang pesat. Terlebih siaran radio memiliki nilai budaya dan bahasa di setiap wilayahnya. 

"Radio memiliki nilai khusus di setiap komunitas sebagai sumber media yang mudah diakses," kata Sekertaris Jenderal PBB, Antonio Gutterres dalam keterangan resminya. 

Diumumkan pada 2011 oleh Negara-negara Anggota UNESCO, dan diadopsi oleh PBB pada 2012 sebagai Hari Internasional, namun pada 13 Februari berubah menjadi Hari Radio Dunia.

Radio merupakan media yang kuat untuk merayakan kemanusiaan dalam semua keanekaragamannya, dan merupakan platform untuk wacana demokratis. Di tingkat global, radio tetap menjadi media yang paling banyak diminati.

Kemampuan unik radio bertujuan untuk menjangkau khalayak luas, artinya radio dapat membentuk pengalaman masyarakat tentang keberagaman, berdiri sebagai arena bagi semua suara untuk berbicara, diwakili dan didengar.

Penemu Radio Pertama Kali?

Melansir Howstuffworks, Hingga kini tak banyak yang bisa menerka pasti siapa penemu radio untuk pertama kali. Pasalnya, ilmuwan asal Serbia-Amerika, Nikola Tesla dan fisikawan Italia Guglielmo Marconi saling berlomba menciptakan radio sebelum abad ke-20.

Melanjutkan hidupnya di Amerika Serikat (AS) pada 1884, Tesla menemukan gulungan induksi atau gulungan Tesla. Sebuah perangkat penting untuk mengirim dan menerima gelombang radio.

Sementara Marconi melakukan eksperimennya sendiri dan pada 1896, ia mengirim dan menerima sinyal radio berbasis kode Morse pada jarak yang membentang hampir 4 mil (6 kilometer) di Inggris. Pada tahun yang sama, ia mengajukan permohonan dan diberikan paten pertama di dunia dalam telegrafi nirkabel di Inggris.

Sedangkan Tesla mengajukan paten pertamanya dalam pekerjaan radio pada 1897 di AS. Ia juga membangun dan mendemostrasikan perhau yang dikendalikan radio di Madison Square Garden pada 1898.

Pada 1900, Kantor Paten AS memberikan Tesla 645.576 dan 649.621 desain dasar gulungan Tesla yang masing-masing didapatkan pada 20 Maret dan 15 Mei. Paten radio Tesla memberinya kepemilikan atas salah satu kebutuhan utama dalam komunikasi radio. Di tahun yang sama, pada 10 November, Marconi pun turut mengajukan paten No. 7777 untuk telegrafinya.

Awalnya, kantor paten itu menolak aplikasi yang diajukan Marconi dengan alasan bahwa karyanya hanya bergantung pada gulungan Tesla. Namun akhirnya, Marconi menggunakan koneksi dan kekayaan ayahnya untuk mempelopori bisnis yang menguntungkan berdasarkan teknologi telegraf sambil terus mengejar paten radionya. Ketika tahun 1901, ia mengirimkan telegraf transatlantik pertama.

Selama tiga tahun berselang, Marconi kembali mendaftarkan patennya yang didukung oleh investor Andrew Carnegie dan Thomas Edison. Akhirnya pada 1904, kantor paten AS itu secara langsung memberikan keputusan dan memberikan Marconi label sebagai penemu radio.

Lebih jauh mengenai persaingan Marconi dengan Tesla. Pada 1915, Tesla menggugat perusahaan Marconi karena pelanggaran paten yang gagal. Marconi menang.

Namun nasib berkata lain, diakhir masa kejayaannya Marconi menggugat pemerintah AS pada 1943 atas pelanggaran paten selama Perang Dunia I. Tetapi kasus itu menjadi anyep tak pernah tiba di pengadilan. Sebagai gantinya, untuk menghindari gugatan berlebih, Mahkamah Agung AS menguatkan paten 645.576 dan menetapkan Tesla sebagai penemu radio meski beberapa bulan sebelumnya Tesla telah meninggal dunia. Meski begitu, beberapa orang masih menganggap Marconi sebagai bapak radio.