Proyek Naturalisasi Anies yang Dianggap Cuma Jadi Tempat Selfie

Proyek Naturalisasi Anies yang Dianggap Cuma Jadi Tempat <i>Selfie</i>

Anggota Fraksi PSI Justin Adrian berfoto di lokasi naturalisasi KBB (Diah Ayu Wardani/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Pemprov DKI baru saja menyelesaikan naturalisasi sungai aliran Kanal Banjir Barat (KBB) untuk bagian Shangrilla-Karet. Bantaran sungai ini pun tampak sedikit lebih rapi dari sebelumnya. 

Penasaran, Fraksi PSI DPRD DKI meninjau langsung bagaimana wajah naturalisasi yang jadi jagoan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejak masa kampanye Pilgub DKI 2017 lalu. 

Selama ini, Anies menjelaskan naturalisasi pada dasarnya sama saja dengan normalisasi, tapi lebih mengedepankan reboisasi atau penanaman kembali. Misalnya, kawasan DAS yang sudah dipenuhi oleh perkebunan atau bangunan bisa diatasi dengan membuat saringan kemudian dilanjutkan reboisasi agar tidak terjadi erosi dasar dan bisa meredam banjir.

 

Saat melihat langsung lokasi naturalisasi di samping Stasiun Kereta Api Bandara BNI City, tampak beberapa bagian konstruksi beton yang menjorok ke sungai. Konstruksi beton tersebut berbentuk tangga ke bawah agar bisa diakses masyarakat, sekadar untuk berfoto dan bersantai. 

Di samping tangga, terdapat wadah tanaman dan pepohonan. Selain itu, terdapat pembatas berbentuk  kerangka-kerangka besi pergola berwarna putih di area depan stasiun agar masyarakat bisa berswafoto (selfie) dengan latar pemanandangan sungai. 

Pemandangan sungai yang dinaturalisasi tersebut turut menarik minat Anggota Fraksi PSI Justin Adrian untuk berfoto. Meski puas dengan hasil foto dirinya, Justin tetap mengkritik proyek naturalisasi ini. 

"Kalau ini disebut naturalisasi, menurut saya lebih tepatnya disebut sebagai tempat selfie Dari awal kami menduga bahwa naturalisasi dilakukan dilakukan di sungai yang sudah lebar, hanya mempercantik, dan tidak menambah kapasitas saluran air," kata Justin di lokasi, Rabu 12 Februari. 

Berdasarkan pemantauan Justin, ternyata pekerjaan naturalisasi ini mengambil lahan di dalam sungai dengan lebar sekitar 2-3 meter. Akibatnya, sungai menjadi tambah sempit. Naturalisasi yang dari awal digaungkan Anies untuk pengendalian banjir, menurut dia malah tidak efektif. 

"Kecurigaan ini terbukti di lapangan. Bukannya membantu mengatasi banjir, tapi naturalisasi sungai malah mengurangi debit aliran air,” kata dia. 

Oleh karenanya, Justin menyarankan Anies untuk mengikuti langkah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang melakukan normalisasi sebagai langkah mengenali banjir. Meskipun, proyek naturalisasi mesti merelokasi pemukiman warga. 

"Saya lebih setuju normalisasi karena naturalisasi sendiri belum pernah secara jelas dijelaskan secara ilmiah konsepnya seperti apa, dampaknya seperti apa. Ini Belum ada kajian jelas," ungkapnya. 

Lokasi naturalisasi di sebagian sungai di Sudirman-Pintu Air Karet (Diah Ayu Wardani/VOI)

Sebagai informasi, proyek naturalisasi sungai yang sedang dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air ini meliputi Kali Ciliwung Segmen Sudirman-Pintu Air Karet. 

Proyek ini bernama "Pembangunan Prasarana Kali/Sungai dan Kelengkapannya Kanal Banjir Barat Segmen Karet s.d Sudirman" yang dialokasikan pada APBD tahun 2019. Anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp12,7 miliar. Pelaksana pengerjaan proyek ini adalah PT. Jhuda Citraguna. 

Dalam paparan Bappeda pada konsultasi publik Prencana Kerja Perangkat Darah (RKPD) tanggal 30 Januari 2020, kegiatan naturalisasi dilakukan di sungai yang sudah lebar dan sekedar membangun taman di pinggir sungai. 

Sudut tangga di pinggir area naturalisasi (Diah Ayu Wardani/VOI)